Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2676 tentang Peringatan terhadap bid'ah dan perintah mengikuti sunnah

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah wasiat agung dari Nabi ﷺ agar kita senantiasa bertakwa, taat kepada pemimpin, dan waspada terhadap perkara baru dalam agama (bid'ah). Beliau memerintahkan kita untuk berpegang teguh pada sunnahnya dan sunnah para Khulafa'ur Rasyidin, terutama di saat banyak terjadi perpecahan dan perbedaan pendapat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat:

  • Perawi: Al-'Irbadh bin Sariyah radhiyallahu 'anhu
  • Kitab: Jami' At-Tirmidzi, no. 2676
  • Status: Hadits hasan shahih menurut Imam At-Tirmidzi

Teks Hadits (potongan inti):

عَنْ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ قَالَ وَعَظَنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَوْمًا بَعْدَ صَلَاةِ الْغَدَاةِ مَوْعِظَةً بَلِيغَةً ... فَقَالَ: "أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ يَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّهَا ضَلَالَةٌ فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَعَلَيْهِ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ"

Penjelasan Ulama:

  • Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih.
  • Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitab Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa hadits ini adalah salah satu hadits induk dalam masalah ittiba' (mengikuti) sunnah dan peringatan dari bid'ah.
  • Imam Al-Barbahari dalam kitab Syarh as-Sunnah menjadikan hadits ini sebagai dasar untuk menolak setiap perkara baru dalam agama.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh al-Arba'in an-Nawawiyah menjelaskan bahwa "muhdatsatil umur" adalah perkara yang diada-adakan dalam agama tanpa dalil, dan semuanya sesat.

Penjelasan Rinci

Hadits ini berisi wasiat Nabi ﷺ yang sangat komprehensif. Mari kita rinci satu per satu:

  1. "Aku wasiatkan kalian dengan takwa kepada Allah"

Takwa adalah landasan segala kebaikan. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, "Takwa adalah pokok semua ketaatan dan kunci keselamatan dari segala keburukan."

  1. "Mendengar dan taat (kepada pemimpin) meskipun kepada seorang hamba Habasyi"

Ini menunjukkan kewajiban taat kepada pemimpin muslim, selama tidak memerintahkan maksiat. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah menegaskan bahwa taat kepada pemimpin adalah bagian dari sunnah yang wajib dipegang.

  1. "Barangsiapa yang hidup di antara kalian, ia akan melihat perselisihan yang banyak"

Ini adalah mukjizat Nabi ﷺ. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah menjelaskan bahwa ini terjadi setelah generasi sahabat, di mana umat terpecah dalam berbagai kelompok dan firqah.

  1. "Hati-hatilah dengan perkara-perkara baru (dalam agama), karena sesungguhnya setiap bid'ah adalah sesat"

Imam Asy-Syafi'i rahimahullah membagi bid'ah menjadi dua: bid'ah hasanah (yang baik secara adat) dan bid'ah sayyi'ah (yang buruk secara syariat). Namun yang dimaksud dalam hadits ini adalah bid'ah dalam urusan agama (ibadah dan keyakinan) yang tidak ada contohnya dari Nabi ﷺ dan para sahabat. Imam Malik rahimahullah berkata, "Barangsiapa mengada-adakan bid'ah dalam Islam yang ia anggap baik, maka ia telah menuduh Muhammad ﷺ telah mengkhianati risalah."

  1. "Maka hendaklah kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah para Khulafa'ur Rasyidin yang mendapat petunjuk"

Ini adalah solusi dari perselisihan. Imam Al-Awza'i rahimahullah berkata, "Berpeganglah dengan atsar (jejak) para salaf, meskipun manusia meninggalkanmu. Dan jauhilah pendapat pribadi, meskipun manusia menghiasinya dengan perkataan."

  1. "Gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham"

Ini adalah kiasan untuk berpegang teguh dengan kuat, tidak mudah lepas. Imam Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah berkata, "Ikutilah jalan yang lurus, dan jangan pedulikan sedikitnya orang yang berjalan di atasnya."

Story Telling

Al-'Irbadh bin Sariyah radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat yang mulia, menceritakan bahwa suatu pagi setelah shalat Subuh, Rasulullah ﷺ memberikan nasihat yang begitu mendalam. Nasihat itu membuat mata para sahabat menangis dan hati mereka bergetar karena begitu menyentuh dan menggetarkan jiwa.

Seorang sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, sepertinya ini adalah nasihat perpisahan. Maka apa yang engkau wasiatkan kepada kami?" Maka turunlah wasiat agung ini.

Para sahabat sangat memahami bahwa setelah Rasulullah ﷺ wafat, akan muncul berbagai fitnah dan perbedaan. Maka beliau memberikan pedoman yang jelas: berpegang pada sunnahnya dan sunnah para khalifah yang mendapat petunjuk.

Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah ketika ditanya tentang suatu perkara, beliau selalu menjawab, "Telah berlalu orang-orang yang lebih baik dariku, mereka adalah para sahabat Nabi ﷺ. Maka ikutilah jejak mereka."

Kesimpulan Praktis

  1. Perkuat takwa dalam setiap keadaan, karena takwa adalah bekal terbaik.
  2. Taat kepada pemimpin muslim dalam kebaikan, meskipun mereka memiliki kekurangan.
  3. Waspada terhadap bid'ah dalam agama, baik dalam ibadah, keyakinan, maupun cara beragama.
  4. Berpegang teguh pada sunnah Nabi ﷺ dan pemahaman para sahabat serta ulama Ahlus Sunnah.
  5. Jangan mudah terpengaruh dengan perbedaan dan perpecahan, tetapi tetap berpegang pada Al-Qur'an dan hadits yang shahih sesuai pemahaman salaf.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.