Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa bangunan agama Islam berdiri di atas lima tiang utama: syahadat, shalat, zakat, puasa Ramadan, dan haji. Kelimanya adalah pokok ibadah yang menjadi dasar keislaman seseorang. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih, dan para ulama Ahlus Sunnah menjadikannya sebagai salah satu hadits pokok dalam bab iman dan rukun Islam.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Kitab Iman, Bab "Apa yang Dikatakan: Islam Dibangun di Atas Lima", dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma. Imam At-Tirmidzi berkata: "Hadits ini hasan shahih."
Teks hadits (sesuai riwayat):
بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ، وَحَجِّ الْبَيْتِ
Terjemah ringkas: "Islam dibangun di atas lima perkara: persaksian bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan, dan berhaji ke Baitullah."
Ayat yang menjadi dasar rukun-rukun ini, di antaranya:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
QS. Al-Bayyinah [98]: 5 — "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya."
Juga firman Allah:
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ
QS. Al-Baqarah [2]: 43 — "Dan dirikanlah shalat, serta tunaikanlah zakat."
Penjelasan Rinci
Hadits ini termasuk hadits pokok yang menjelaskan rukun Islam. Imam An-Nawawi dalam kitabnya menjelaskan bahwa Islam itu seperti bangunan yang memiliki tiang-tiang penopang; jika tiang-tiangnya tegak, bangunan itu berdiri kokoh. Ibnu Hajar al-Asqalani juga menegaskan bahwa penyebutan lima perkara ini bukan berarti amalan lain tidak penting, tetapi menunjukkan bahwa kelimanya adalah pokok yang menjadi landasan amalan-amalan lainnya.
Pertama, syahadat. Ini adalah pondasi paling dasar. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah menjelaskan bahwa kalimat tauhid adalah inti seluruh agama, karena ia menegaskan keesaan Allah dalam ibadah dan mengakui kerasulan Nabi Muhammad ﷺ. Tanpa keduanya, amalan lain tidak bernilai.
Kedua, shalat. Ibn Katsir menjelaskan bahwa shalat adalah penghubung antara hamba dan Rabb-nya, dan merupakan amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat. Imam Ahmad bin Hanbal menekankan pentingnya menjaga shalat, karena ia adalah tiang agama setelah syahadat.
Ketiga, zakat. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di menjelaskan bahwa zakat adalah bentuk kepedulian sosial dan penyucian harta. Ia menumbuhkan rasa kasih sayang antara sesama muslim dan membersihkan jiwa dari sifat kikir.
Keempat, puasa Ramadan. Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitabnya menjelaskan bahwa puasa adalah ibadah rahasia antara hamba dengan Allah, karena tidak ada yang mengetahui kecuali Allah. Ia melatih kesabaran dan ketakwaan.
Kelima, haji. Ibn Taymiyyah menjelaskan bahwa haji adalah ibadah yang menggabungkan pengorbanan harta, tenaga, dan waktu, serta menjadi simbol persatuan umat Islam dari seluruh penjuru dunia.
Para ulama dalam daftar yang disebutkan sepakat bahwa kelima rukun ini wajib diketahui dan diamalkan oleh setiap muslim sesuai kemampuannya. Perbedaan pendapat hanya terjadi pada rincian teknis, bukan pada pokok kewajibannya.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa seorang Arab badui datang kepada Nabi ﷺ dan bertanya tentang Islam. Nabi ﷺ menyebutkan kelima perkara ini. Lalu orang itu bertanya: "Apakah ada kewajiban lain selain ini?" Nabi ﷺ menjawab: "Tidak, kecuali engkau mengerjakan yang sunnah." Orang itu pun pergi sambil berkata: "Demi Allah, aku tidak akan menambah dan tidak akan mengurangi." Maka Nabi ﷺ bersabda: "Sungguh ia telah beruntung." (Makna ini disebutkan dalam hadits-hadits shahih tentang rukun Islam, sebagaimana dijelaskan oleh Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar.)
Hikmahnya: Islam itu mudah dan jelas. Yang penting adalah menunaikan kewajiban dengan sungguh-sungguh, bukan memperbanyak amalan tanpa ilmu.
Kesimpulan Praktis
- Pelajari dan amalkan lima rukun Islam sesuai kemampuan dan tuntunan sunnah.
- Jaga syahadat dengan memahami maknanya dan menjauhi hal-hal yang membatalkannya.
- Tegakkan shalat tepat waktu, karena ia adalah tiang agama.
- Tunaikan zakat jika harta sudah mencapai nishab, sebagai bentuk syukur dan kepedulian.
- Berpuasa Ramadan dengan penuh keimanan dan harapan pahala.
- Berhaji bagi yang mampu, sekali seumur hidup.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.