Bab Apa yang Dikatakan Bahwa Seseorang Bersama dengan Orang yang Dicintainya
Shahih oleh Darussalam
haddatsana aliyyu ibnu hujrin, akhbarana ismailu ibnu jafarin, an humaydin, an anasin, annahu qala jaa rajulun ila rasuli allahi faqala ya rasula allahi mata qiyamu assaahi faqama annabiyyu ila asshalahi falamma qadha shalatahu qala " ayna assailu an qiyami assaahi ". faqala arrajulu ana ya rasula allahi. qala " ma adadta laha " qala ya rasula allahi ma adadtu laha kabira shalahin wala shawmin ila anni uhibbu allaha warasulahu. faqala rasulu allahi " almaru maa man ahabba waanta maa man ahbabta ". fama raaytu fariha almuslimuna bada alislami farahahum bihadza. qala abu isa hadza haditsun shahihun.
Anas meriwayatkan bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah ﷺ dan berkata: "Wahai Rasulullah! Kapan kiamat akan terjadi?" Maka Nabi ﷺ berdiri untuk melaksanakan shalat, dan setelah selesai shalat, beliau berkata: "Di mana orang yang bertanya tentang kapan kiamat akan terjadi?" Laki-laki itu menjawab: "Saya, wahai Rasulullah!" Beliau berkata: "Apa yang telah kamu persiapkan untuknya?" Dia menjawab: "Wahai Rasulullah! Saya tidak mempersiapkan banyak shalat dan puasa untuknya, tetapi saya mencintai Allah dan Rasul-Nya." Maka Rasulullah ﷺ bersabda: "Seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya, dan kamu akan bersama dengan orang yang kamu cintai." Setelah datangnya Islam, saya tidak melihat sesuatu yang membawa kebahagiaan kepada umat Islam lebih dari itu.