Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2337 tentang Bab Apa yang Dikatakan Jika Anak Adam Memiliki Dua Lembah dari Harta, Dia Akan Menginginkan yang Ketiga

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa sifat tamak dan serakah terhadap harta tidak akan pernah terpuaskan pada diri manusia. Semakin banyak harta yang dimiliki, justru semakin besar keinginan untuk menambahnya. Satu-satunya yang dapat menghentikan ambisi duniawi ini hanyalah kematian, yang digambarkan dengan tanah yang memenuhi mulut. Namun, Allah Maha Pengampun dan menerima taubat siapa saja yang kembali kepada-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits riwayat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya no. 2337, dan beliau menilai hadits ini hasan shahih gharib dari jalur ini. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari (no. 6436) dan Imam Muslim (no. 1048) dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma dengan redaksi yang serupa.

Teks Hadits:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي زِيَادٍ، حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ‏"‏ لَوْ كَانَ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ لأَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ ثَانِيًا وَلاَ يَمْلأُ فَاهُ إِلاَّ التُّرَابُ وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ ‏"‏ ‏.‏

Terjemahan:

"Seandainya anak Adam memiliki satu lembah emas, niscaya dia akan menyukai untuk memiliki lembah yang kedua. Dan tidak ada yang memenuhi mulutnya (kecuali) tanah. Dan Allah menerima taubat orang yang bertaubat."

Penjelasan Rinci

Hadits yang mulia ini merupakan salah satu fondasi penting dalam memahami hakikat kehidupan dunia dan sifat dasar manusia. Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam kitabnya Jami' al-'Ulum wa al-Hikam (syarah atas 40 hadits an-Nawawi) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa besarnya ambisi dan ketamakan manusia terhadap harta. Beliau berkata, "Ini adalah sifat dasar manusia, yaitu sangat tamak dan tidak pernah merasa puas dengan harta. Semakin banyak ia dapatkan, semakin besar keinginannya."

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim juga menjelaskan makna "tidak ada yang memenuhi mulutnya kecuali tanah" sebagai kiasan bahwa manusia tidak akan pernah berhenti dari kerakusannya hingga ia mati dan dikubur, di mana tanahlah yang akan memenuhi mulut kuburnya. Ini adalah peringatan keras agar kita tidak tenggelam dalam cinta dunia.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah seringkali mengingatkan bahwa akar dari banyak dosa dan kehancuran adalah cinta dunia dan takut mati. Hadits ini menjadi pengingat bahwa rasa cukup (qana'ah) adalah kunci kebahagiaan, bukan banyaknya harta. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat-ayat yang memuji orang yang bersedekah dan tidak tamak adalah obat dari penyakit yang disebutkan dalam hadits ini.

Bagian akhir hadits, "Dan Allah menerima taubat orang yang bertaubat," adalah kabar gembira yang sangat besar. Ini menunjukkan bahwa meskipun sifat tamak ini sangat kuat, pintu taubat selalu terbuka. Siapa saja yang menyadari kesalahannya, kembali kepada Allah dengan menahan diri dari ketamakan, dan mengarahkan hatinya kepada akhirat, maka Allah akan menerima taubatnya. Imam Al-Qurthubi (salah satu ulama tafsir yang sezaman dengan Ibn Rajab) menekankan bahwa taubat yang diterima adalah yang disertai dengan penyesalan dan tekad untuk tidak mengulangi.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Ka'ab bin Malik radhiyallahu 'anhu, salah seorang dari tiga orang yang taubatnya diterima setelah peristiwa Tabuk, beliau berkata, "Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat bagiku daripada ujian harta. Setelah aku bertaubat, aku sedekahkan seluruh hartaku untuk jalan Allah, karena aku takut harta itu akan menjerumuskanku kembali pada cinta dunia yang berlebihan." (Kisah ini tercatat dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim).

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa orang yang benar-benar bertaubat akan berusaha keras untuk membersihkan hatinya dari cinta dunia, bahkan dengan mengorbankan hartanya di jalan Allah. Ini adalah bentuk aplikasi dari hadits di atas: setelah bertaubat, ia tidak lagi dikuasai oleh keinginan untuk menumpuk harta, melainkan menggunakannya untuk bekal akhirat.

Kesimpulan Praktis

  1. Sadari Sifat Dasar: Akui bahwa dalam diri kita ada kecenderungan untuk tamak. Jangan meremehkan sifat ini.
  2. Latih Qana'ah: Latihlah hati untuk merasa cukup dengan apa yang Allah berikan. Ingatlah bahwa rezeki telah dijamin oleh Allah.
  3. Perbanyak Zikir dan Sedekah: Kedua amalan ini dapat membersihkan hati dari cinta dunia dan menumbuhkan rasa syukur.
  4. Jangan Tunda Taubat: Jika merasa harta telah membuat kita lalai, segera bertaubat dan perbanyak istighfar. Jangan sampai kematian menjemput dalam keadaan masih tamak.
  5. Jadikan Akhirat Sebagai Tujuan Utama: Ingatlah bahwa dunia hanyalah persinggahan, dan akhiratlah tempat tinggal yang abadi.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.