Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah salah satu hadits tentang tanda-tanda besar hari kiamat. Rasulullah ﷺ menyebutkan sepuluh tanda yang akan terjadi sebelum kiamat tiba, yaitu: matahari terbit dari barat, Ya'juj dan Ma'juj, binatang bumi (Dabbah), tiga kali gempa (di timur, barat, dan Jazirah Arab), serta api yang keluar dari 'Adan yang menggiring manusia ke arah Syam. Hadits ini shahih dan diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dari sahabat Hudzaifah bin Asid Al-Ghifari radhiyallahu 'anhu.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits utama:
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَرَوْا عَشْرَ آيَاتٍ: طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَيَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ، وَالدَّابَّةُ، وَثَلَاثَةُ خُسُوفٍ: خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ، وَنَارٌ تَخْرُجُ مِنْ قَعْرِ عَدَنٍ تَسُوقُ النَّاسَ أَوْ تَحْشُرُ النَّاسَ فَتَبِيتُ مَعَهُمْ حَيْثُ بَاتُوا وَتَقِيلُ مَعَهُمْ حَيْثُ قَالُوا
"Hari kiamat tidak akan terjadi hingga kalian melihat sepuluh tanda: matahari terbit dari tempat terbenamnya, Ya'juj dan Ma'juj, binatang bumi, dan tiga kali gempa: satu di timur, satu di barat, dan satu di Jazirah Arab. Dan api yang keluar dari dasar 'Adan yang menggiring atau mengumpulkan manusia, ia bermalam bersama mereka di tempat mereka bermalam, dan beristirahat bersama mereka di tempat mereka beristirahat." (HR. At-Tirmidzi no. 2183, dari Hudzaifah bin Asid, beliau berkata: "Hadits ini hasan shahih")
Ayat Al-Qur'an yang terkait:
QS. An-Naml [27]: 82
وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ
"Dan apabila perkataan (ketentuan azab) telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan seekor binatang dari bumi yang berbicara kepada mereka, bahwa manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami."
Penjelasan ulama:
Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Dabbah (binatang bumi) adalah salah satu tanda besar kiamat yang akan keluar di akhir zaman, dan ia akan berbicara kepada manusia dengan perkataan yang dapat dipahami. Beliau menukil pendapat para ulama salaf bahwa Dabbah akan keluar setelah matahari terbit dari barat.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa keluarnya Dabbah adalah salah satu bukti kekuasaan Allah dan tanda dekatnya hari kiamat.
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Kitab Fitnah, Bab "Apa yang Dikatakan tentang Terjadinya Gempa". Hadits ini memiliki beberapa jalur periwayatan yang saling menguatkan, sehingga Imam At-Tirmidzi menghukuminya hasan shahih.
Sepuluh tanda yang disebutkan dalam hadits:
- Matahari terbit dari barat – Ini adalah tanda pertama yang sangat besar. Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa terbitnya matahari dari barat adalah tanda yang paling dahsyat, karena setelah itu pintu taubat ditutup. Allah berfirman dalam QS. Al-An'am [6]: 158 yang artinya: "Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu."
- Ya'juj dan Ma'juj – Dua kaum yang sangat banyak jumlahnya dan memiliki kekuatan besar. Mereka akan keluar di akhir zaman dan membuat kerusakan di muka bumi. Imam Ibnu Katsir menjelaskan kisah mereka secara panjang dalam tafsirnya pada QS. Al-Kahfi dan QS. Al-Anbiya'.
- Binatang bumi (Dabbah) – Makhluk yang Allah keluarkan dari bumi untuk berbicara kepada manusia. Imam Ibnu Katsir menukil dari Ibnu Abbas bahwa Dabbah akan keluar dan berbicara kepada manusia, menandai orang-orang yang beriman dan yang kafir.
- Tiga kali gempa (khasf) – Tiga peristiwa bumi terbenam: satu di timur, satu di barat, dan satu di Jazirah Arab. Ini adalah bentuk azab dari Allah berupa tenggelamnya suatu tempat beserta penduduknya ke dalam bumi.
- Api dari 'Adan – Api besar yang keluar dari dasar kota 'Adan di Yaman. Api ini akan menggiring manusia menuju tempat berkumpul (Syam). Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa api ini adalah tanda terakhir dari tanda-tanda besar sebelum kiamat, dan ia akan mengumpulkan seluruh manusia.
Catatan penting tentang riwayat tambahan:
Dalam sebagian jalur periwayatan yang disebutkan Imam At-Tirmidzi, terdapat tambahan penyebutan Ad-Dukhan (asap) dan Ad-Dajjal sebagai bagian dari sepuluh tanda. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa para ulama menggabungkan berbagai riwayat untuk menentukan sepuluh tanda tersebut. Beliau menyebutkan bahwa tanda-tanda besar kiamat yang disebutkan dalam berbagai hadits shahih antara lain: Dajjal, turunnya Isa, Ya'juj dan Ma'juj, tiga khasf, terbitnya matahari dari barat, Dabbah, api, dan asap.
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah dalam Silsilah Ash-Shahihah menjelaskan bahwa hadits ini shahih dan memiliki banyak jalur penguat.
Story Telling
Dari Hudzaifah bin Asid Al-Ghifari radhiyallahu 'anhu, beliau menceritakan:
Suatu ketika, Rasulullah ﷺ keluar dari kamarnya dan mendapati kami sedang berbincang tentang hari kiamat. Maka beliau bersabda: "Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga kalian melihat sepuluh tanda..." (HR. Muslim)
Yang menarik dari kisah ini adalah bagaimana para sahabat gemar membicarakan hari kiamat. Mereka tidak takut untuk membahasnya, justru mereka ingin mengetahui tanda-tandanya agar bisa bersiap. Ini menunjukkan kecintaan mereka kepada ilmu dan kesungguhan mereka dalam beribadah.
Imam Al-Qurthubi (dalam At-Tadzkirah) menukil dari sebagian ulama salaf bahwa mereka sering menangis ketika membicarakan hari kiamat, karena mengingat hisab dan pertanggungjawaban di hadapan Allah.
Kesimpulan Praktis
- Beriman kepada hari kiamat adalah bagian dari rukun iman, dan mengetahui tanda-tandanya termasuk ilmu yang bermanfaat.
- Bersiap menghadapi kiamat dengan memperbanyak amal shalih, taubat, dan istighfar, karena kita tidak tahu kapan kematian menjemput.
- Tidak tenggelam dalam urusan dunia hingga lupa akhirat, karena tanda-tanda kiamat sudah banyak yang muncul.
- Menyebarkan ilmu tentang tanda-tanda kiamat kepada sesama muslim dengan cara yang baik dan tidak menakut-nakuti secara berlebihan.
- Menjauhi sikap ghuluw (berlebihan) dalam membahas tanda-tanda kiamat, seperti menentukan waktu kiamat yang tidak ada dasarnya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.