Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 205 tentang Adzan dan iqamah saat bepergian

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menerangkan bahwa ketika dua orang atau lebih bepergian (safar), disyariatkan tetap mengumandangkan adzan dan iqamah sebelum shalat, lalu yang paling tua di antara mereka menjadi imam. Imam Ahmad dan Ishaq bin Rahuyah menguatkan pendapat ini, dan At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih serta menjadi amalan mayoritas ahli ilmu.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan adzan dan seruan shalat:

QS. Al-Ma'idah [5]: 58

وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ اتَّخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْقِلُونَ

Terjemahan: "Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk shalat, mereka menjadikannya bahan ejekan dan permainan. Yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tidak mengerti."

Hadits terkait:

Hadits riwayat Malik bin Al-Huwairits radhiyallahu 'anhu, dari Jami' At-Tirmidzi no. 205, Kitab Shalat, Bab Apa yang Diterima dalam Adzan saat Bepergian. At-Tirmidzi berkata: "Hadits ini hasan shahih."

Teks hadits:

إِذَا سَافَرْتُمَا فَأَذِّنَا وَأَقِيمَا وَلْيَؤُمَّكُمَا أَكْبَرُكُمَا

Terjemahan: "Apabila kalian berdua bepergian, maka adzanlah dan iqamahlah, dan hendaklah yang paling tua di antara kalian menjadi imam."

Hadits senada juga diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dari Malik bin Al-Huwairits, menunjukkan pengulangan periwayatan yang menguatkan.

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits:

Hadits ini mengandung beberapa hukum penting:

  1. Adzan dan iqamah tetap disyariatkan saat safar. Ini adalah pendapat mayoritas ahli ilmu, sebagaimana dinyatakan At-Tirmidzi: "Amalan yang dipegang oleh mayoritas ahli ilmu adalah memilih adzan dalam safar."
  2. Yang paling tua menjadi imam. Nabi ﷺ memerintahkan agar yang paling tua di antara dua orang yang safar menjadi imam. Ini menunjukkan bahwa usia (kedewasaan dan pengalaman) menjadi pertimbangan dalam memilih imam ketika tidak ada perbedaan keutamaan yang jelas.
  3. Perbedaan pendapat ulama: Sebagian ulama berpendapat bahwa iqamah saja sudah cukup, karena adzan hanya untuk mengumpulkan orang banyak. Namun At-Tirmidzi menegaskan: "Pendapat pertama lebih shahih, dan itulah yang dipegang Ahmad dan Ishaq."

Pemahaman ulama dalam daftar:

  • Imam Ahmad bin Hanbal dan Ishaq bin Rahuyah berpegang pada pendapat wajibnya adzan saat safar, sebagaimana disebutkan At-Tirmidzi dalam kitabnya.
  • Imam Asy-Syafi'i dalam kitab Al-Umm menjelaskan bahwa adzan dan iqamah adalah syiar Islam yang tetap ditegakkan baik di rumah maupun dalam perjalanan, karena keduanya adalah panggilan kepada shalat yang tidak gugur kecuali dalam keadaan darurat.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa perintah adzan dalam safar menunjukkan penekanan (ta'kid), karena safar adalah keadaan yang sering membuat seseorang meninggalkan syiar. Beliau juga menyebutkan bahwa hadits ini menjadi dalil bagi yang mewajibkan adzan bagi musafir.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa hadits Malik bin Al-Huwairits ini menunjukkan disyariatkannya adzan dan iqamah bagi musafir, baik mereka shalat berjamaah maupun sendirian menurut sebagian ulama.
  • Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa perintah "adzanlah dan iqamahlah" menunjukkan keduanya diperintahkan secara berurutan, dan ini berlaku untuk musafir yang shalat berjamaah. Adapun yang shalat sendirian, menurut beliau, tetap disunnahkan adzan dan iqamah, namun tidak sampai derajat wajib.

Hikmah pemilihan imam yang paling tua:

  • Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zaadul Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ mendahulukan yang paling tua karena biasanya lebih berpengalaman, lebih tenang, dan lebih memahami shalat. Ini bukan berarti yang lebih muda tidak boleh menjadi imam jika lebih faqih, karena dalam hadits lain Nabi ﷺ mendahulukan yang paling hafal Al-Qur'an.
  • Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa perintah mendahulukan yang tua adalah bentuk penghormatan kepada usia dan pengalaman, serta menjaga keharmonisan dalam jamaah.

Story Telling

Kisah Malik bin Al-Huwairits radhiyallahu 'anhu:

Malik bin Al-Huwairits adalah salah satu sahabat yang datang kepada Nabi ﷺ bersama sepupunya. Mereka berdua tinggal bersama Nabi ﷺ selama beberapa waktu untuk belajar agama. Ketika mereka hendak pulang ke kampung halaman, Nabi ﷺ berpesan kepada mereka:

"Apabila kalian berdua bepergian, maka adzanlah dan iqamahlah, dan hendaklah yang paling tua di antara kalian menjadi imam."

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Nabi ﷺ juga berpesan: "Shalatlah kalian berdua sebagaimana kalian melihat aku shalat." (HR. Al-Bukhari)

Hikmah dari kisah ini: Nabi ﷺ tidak hanya mengajarkan tata cara shalat, tetapi juga mengajarkan adab dalam berjamaah, termasuk saat safar. Beliau menekankan pentingnya adzan sebagai syiar Islam yang tidak boleh ditinggalkan, bahkan dalam perjalanan sekalipun.

Kisah dari salaf:

Diriwayatkan bahwa Al-Hasan al-Bashri pernah ditanya tentang adzan saat safar. Beliau menjawab: "Adzan adalah panggilan kepada Allah, tidak pantas ditinggalkan kecuali dalam keadaan yang benar-benar darurat." (dinukil secara makna dari kitab-kitab beliau)

Kesimpulan Praktis

  1. Tetap adzan dan iqamah saat safar, meskipun hanya berdua, karena ini adalah perintah Nabi ﷺ dan pendapat mayoritas ahli ilmu.
  2. Pilih imam yang paling tua di antara jamaah safar, kecuali jika yang lebih muda lebih faqih dan lebih hafal Al-Qur'an, maka didahulukan yang lebih faqih.
  3. Jangan meninggalkan syiar adzan hanya karena sedang dalam perjalanan, karena adzan adalah tanda Islam yang membedakan umat Muslim dari yang lain.
  4. Hormati yang lebih tua dalam urusan jamaah, sebagai bentuk adab dan penghormatan yang diajarkan Nabi ﷺ.
  5. Jika hanya shalat sendirian, menurut sebagian ulama tetap disunnahkan adzan dan iqamah, namun tidak sampai derajat wajib. Jika ingin mengamalkan, itu lebih baik.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?