Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2035 tentang Memuji kebaikan dengan mendoakan balasan kebaikan

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita adab yang mulia ketika menerima kebaikan dari orang lain. Jika seseorang berbuat baik kepada kita, maka ucapkanlah doa "جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا" (Jazakallahu khairan) yang artinya "Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan." Dengan ucapan ini, kita telah menyampaikan pujian dan rasa terima kasih dengan cara yang paling sempurna, karena kita menyerahkan balasan yang sebenarnya kepada Allah ﷻ, yang balasan-Nya jauh lebih baik dan kekal.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Al-Birr wash-Shilah, Bab "Ma Ja'a fil Tsana'i 'alal Ma'ruf" (Bab Tentang Memuji Kebaikan), nomor 2035. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan jayyid gharib.

Teks Hadits (bagian inti):

مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ فَقَالَ لِفَاعِلِهِ جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ فِي الثَّنَاءِ

Terjemahan: "Barangsiapa yang diberikan kepadanya suatu kebaikan, lalu ia berkata kepada pelakunya: 'Jazakallahu khairan' (Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh ia telah menyampaikan pujian dengan sempurna."

Kaitan dengan Ulama:

Para ulama dari kalangan salaf sangat memperhatikan adab ini. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah dalam berbagai majelis ilmunya sering menjelaskan bahwa ucapan Jazakallahu khairan adalah doa yang sangat agung. Beliau menukil perkataan para ulama bahwa jika seseorang tidak mampu membalas kebaikan secara materi, maka doa adalah balasan yang paling utama. Ini juga sejalan dengan pemahaman Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitabnya Madarijus Salikin tentang pentingnya menunaikan hak orang lain, termasuk hak dalam bentuk ucapan terima kasih dan doa.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung pelajaran yang sangat dalam tentang adab bermuamalah dan syukur kepada sesama manusia.

1. Makna "Ma'ruf" (Kebaikan)

Kata ma'ruf dalam hadits ini mencakup segala bentuk kebaikan, baik berupa harta, pertolongan, tenaga, pikiran, atau bahkan senyuman dan doa. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ma'ruf adalah segala sesuatu yang dikenal oleh syariat sebagai kebaikan dan oleh fitrah yang lurus sebagai perbuatan baik.

2. Keutamaan Ucapan "Jazakallahu Khairan"

Ucapan ini bukan sekadar ucapan terima kasih biasa. Ia adalah doa yang memohon kepada Allah agar membalas kebaikan orang tersebut dengan kebaikan yang berlimpah. Imam At-Tirmidzi setelah meriwayatkan hadits ini juga membawakan atsar dari Ibnu Juraij Al-Makki (seorang ulama terkemuka dari kalangan tabi'in). Kisahnya:

> Suatu ketika ada seorang pengemis datang kepada Ibnu Juraij. Beliau memerintahkan bendaharanya untuk memberi satu dinar. Bendahara berkata, "Saya tidak punya kecuali satu dinar. Jika saya berikan, maka Anda dan keluarga akan kelaparan." Ibnu Juraij marah dan tetap memerintahkan, "Berikanlah!" Tidak lama kemudian, datanglah seorang utusan membawa surat dan sekantong uang dari salah seorang saudaranya. Ternyata isinya adalah lima puluh satu dinar. Maka Ibnu Juraij berkata kepada bendaharanya, "Engkau telah memberikan satu dinar, lalu Allah mengembalikannya kepadamu dan menambahkan lima puluh dinar."

Kisah ini menunjukkan bahwa kebaikan yang kita berikan tidak akan pernah sia-sia di sisi Allah. Bahkan, Allah bisa menggantinya dengan balasan yang berlipat ganda di dunia, apalagi di akhirat.

3. Makna "Ablagha fis-Tsana'" (Sungguh Telah Menyampaikan Pujian dengan Sempurna)

Para ulama menjelaskan bahwa ungkapan ini berarti orang tersebut telah melakukan apa yang menjadi haknya dalam membalas kebaikan, yaitu dengan mendoakan. Karena balasan yang sebenarnya dari sebuah kebaikan tidak mungkin mampu ditunaikan oleh manusia. Maka, ketika kita menyerahkan balasan tersebut kepada Allah, kita telah melakukan yang terbaik.

Imam Ibnul Qayyim dalam Al-Wabilush Shayyib menjelaskan bahwa syukur kepada manusia adalah bagian dari syukur kepada Allah. Barangsiapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia dianggap tidak bersyukur kepada Allah. Dan cara terbaik berterima kasih kepada manusia adalah dengan mendoakannya.

4. Adab dalam Membalas Kebaikan

Hadits ini juga mengajarkan bahwa jika seseorang mampu membalas kebaikan orang lain, maka hendaknya ia membalasnya. Namun jika tidak mampu, maka doa adalah pengganti yang paling utama. Ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. Ar-Rahman [55]: 60:

هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ

"Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula)."

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah ditanya tentang seseorang yang berbuat baik kepada orang lain, lalu orang itu berkata, "Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan." Imam Ahmad menjawab, "Ucapan itu sudah cukup, dan itu adalah balasan yang paling baik." Beliau juga dikenal sebagai pribadi yang sangat perhatian terhadap jasa orang lain dan tidak pernah melupakan kebaikan seseorang kepadanya.

Kisah lain datang dari sahabat Nabi ﷺ, Usamah bin Zaid radhiyallahu 'anhu, perawi hadits ini. Beliau adalah seorang sahabat yang sangat dicintai oleh Rasulullah ﷺ dan dikenal dengan akhlaknya yang mulia. Beliau meriwayatkan hadits ini sebagai bentuk pengajaran dari Nabi ﷺ kepada umatnya agar senantiasa menghargai kebaikan orang lain.

Kesimpulan Praktis

Berikut beberapa poin yang bisa kita amalkan:

  1. Biasakan mengucapkan "Jazakallahu khairan" kepada siapa pun yang berbuat baik kepada kita, baik dalam hal kecil maupun besar.
  2. Jangan meremehkan kebaikan orang lain, sekecil apa pun bentuknya.
  3. Jika mampu membalas kebaikan, maka balaslah dengan kebaikan yang setimpal atau lebih baik.
  4. Jika tidak mampu membalas secara materi, maka doa adalah balasan terbaik yang bisa kita berikan.
  5. Jadikan ucapan terima kasih sebagai doa, bukan sekadar formalitas, sehingga pahala kebaikan orang tersebut kita serahkan kepada Allah yang Maha Membalas.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?