Bab Apa yang Dikatakan tentang Melaknat dan Mencela
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ، عَنْ كَثِيرِ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ سَالِمٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم " لاَ يَكُونُ الْمُؤْمِنُ لَعَّانًا " . قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَابِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ . وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ . وَرَوَى بَعْضُهُمْ بِهَذَا الإِسْنَادِ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ " لاَ يَنْبَغِي لِلْمُؤْمِنِ أَنْ يَكُونَ لَعَّانًا " . وَهَذَا الْحَدِيثُ مُفَسِّرٌ .
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bashar, telah menceritakan kepada kami Abu Amir, dari Katsir bin Zaid, dari Salim, dari Ibn Umar, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidaklah seorang mukmin itu melaknat." Abu Isa berkata: "Dan dalam bab ini ada dari Abdullah bin Mas'ud." Hadits ini adalah hadits hasan gharib. Dan sebagian dari mereka meriwayatkan dengan sanad ini dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: "Tidak sepatutnya bagi seorang mukmin untuk melaknat." Dan hadits ini menjelaskan.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
