Bab Larangan Menghasut Pertikaian Antara Hewan
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي يَحْيَى، عَنْ مُجَاهِدٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم نَهَى عَنِ التَّحْرِيشِ بَيْنَ الْبَهَائِمِ . وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ . وَيُقَالُ هَذَا أَصَحُّ مِنْ حَدِيثِ قُطْبَةَ .
Abu Yahya melaporkan dari Mujahid: "Nabi (ﷺ) melarang menghasut pertikaian antara hewan." Dan dia tidak menyebutkan "dari Ibn 'Abbas" di dalamnya. Dikatakan bahwa ini lebih benar daripada riwayat Qutbah.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
