Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan betapa agungnya keutamaan berjuang di jalan Allah, bahkan untuk waktu yang singkat di pagi atau sore hari, nilainya melebihi seluruh dunia beserta isinya. Hadits ini juga menggambarkan betapa luar biasanya kenikmatan surga, yang tidak bisa dibandingkan dengan apa pun di dunia ini. Ini adalah motivasi terbesar bagi seorang mukmin untuk tidak terlena dengan dunia dan selalu merindukan akhirat.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Jami'-nya, nomor 1651, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini sebagai hadits hasan shahih. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dengan redaksi yang serupa.
Dalil dari Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman:
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
"Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya." (QS. Ali 'Imran [3]: 185)
Ayat ini menegaskan bahwa dunia hanyalah kesenangan sementara yang bisa melalaikan manusia dari tujuan akhirat yang kekal.
Kaitan dengan Ulama:
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa dunia dengan segala isinya adalah sesuatu yang rendah dan fana, sedangkan akhirat adalah kehidupan yang kekal dan abadi. Oleh karena itu, orang yang berakal akan memilih yang kekal daripada yang fana, dan akan mengorbankan kesenangan dunia yang sesaat untuk meraih kenikmatan surga yang abadi.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung tiga keutamaan besar yang dijelaskan oleh Rasulullah ﷺ:
1. Keutamaan Berjuang di Jalan Allah
Sabda beliau: "Pergi di jalan Allah di pagi hari, atau sore hari, lebih baik daripada dunia dan apa yang ada di dalamnya."
Yang dimaksud dengan ghadwah (pergi di pagi hari) dan rauhah (pergi di sore hari) adalah berangkat untuk berjihad di jalan Allah, baik itu jihad fisik, maupun segala bentuk ketaatan dan perjuangan dalam menegakkan agama Allah.
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah bahwa pahala yang diperoleh seseorang karena berjuang di jalan Allah, meskipun hanya sebentar, lebih baik daripada seluruh kenikmatan dunia yang fana ini. Ini menunjukkan betapa besarnya kemuliaan jihad di sisi Allah.
2. Keutamaan Tempat di Surga
Sabda beliau: "Dan ruang yang ditempati oleh busur salah seorang di antara kalian - atau ruang yang ditempati oleh tangannya - di surga lebih baik daripada dunia dan apa yang ada di dalamnya."
Ini adalah gambaran yang sangat luar biasa. Sebuah tempat yang sangat kecil di surga, sekadar seukuran busur panah atau tempat tangan, nilainya lebih baik daripada seluruh dunia beserta isinya. Ini menunjukkan bahwa kenikmatan surga tidak bisa dibandingkan dengan kenikmatan dunia.
Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa hinanya dunia di sisi Allah, dan betapa agungnya surga. Seorang mukmin yang memahami hal ini akan menjadikan surga sebagai tujuan utamanya, dan tidak akan tertipu oleh gemerlap dunia.
3. Keindahan Wanita Penghuni Surga
Sabda beliau: "Dan jika seorang wanita di antara wanita penghuni surga menampakkan diri kepada orang-orang di bumi, maka dia akan menerangi apa yang ada di antara (langit dan bumi), dan aroma yang menyenangkan akan memenuhi apa yang ada di antara keduanya, dan selendangnya di kepalanya lebih baik daripada dunia dan apa yang ada di dalamnya."
Ini adalah gambaran tentang keindahan bidadari surga yang sangat menakjubkan. Cahayanya menerangi langit dan bumi, aromanya memenuhi seluruh penjuru, dan bahkan selendangnya saja lebih baik dari dunia dan seisinya. Ini semua menunjukkan bahwa kenikmatan surga berada di luar batas imajinasi manusia.
Imam Al-Qurthubi (dalam konteks penjelasan umum) menyebutkan bahwa gambaran ini adalah untuk memotivasi manusia agar bersungguh-sungguh dalam beramal shaleh, karena balasan Allah sangatlah besar dan tidak terbayangkan.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang jihad. Beliau bersabda: "Berjihadlah di jalan Allah, karena sesungguhnya jihad di jalan Allah itu adalah salah satu pintu surga. Sesungguhnya Allah akan menghapus dosa-dosa dengan jihad, dan akan mengangkat derajat." (HR. Muslim).
Kisah lain datang dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak seorang pun yang masuk surga ingin kembali ke dunia, meskipun ia diberi segala sesuatu yang ada di dunia, kecuali orang yang mati syahid. Ia ingin kembali ke dunia, lalu ia dibunuh (di jalan Allah) lagi, karena ia melihat keutamaan syahadah." (HR. Muslim).
Ini menunjukkan betapa besarnya keutamaan berjuang di jalan Allah, sehingga seorang syuhada rela kembali ke dunia hanya untuk merasakan lagi manisnya mati syahid.
Kesimpulan Praktis
- Jangan meremehkan amal kecil di jalan Allah, karena pahalanya bisa melebihi dunia dan seisinya.
- Jadikan surga sebagai tujuan utama, karena kenikmatannya tidak bisa dibandingkan dengan apa pun di dunia.
- Jangan terlena dengan dunia, karena dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.
- Rindukanlah surga dan berusahalah untuk mendapatkannya dengan amal shaleh dan ketaatan.
- Motivasi diri dan keluarga untuk semangat dalam beribadah dan berjuang di jalan Allah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.