Bab Apa yang Dikatakan tentang Keutamaan Berangkat di Pagi Hari dan Sore Hari di Jalan Allah
Hasan oleh Darussalam
haddatsana ubaydu ibnu asbathi ibni muhammadin alqurasyiyyu alkufiyyu, haddatsana abi, an hisyami ibni sadin, an saidi ibni abi hilalin, ani abni abi dzubabin, an abi hurayraha, qala marra rajulun min ashhabi rasuli allahi bisyibin fihi uyaynahun min main adzbahun faajabathu lithibiha faqala lawi atazaltu annasa faaqamtu fi hadza assyibi walan afala hatta astadzina rasula allahi. fadzakara dzalika lirasuli allahi faqala " la tafal fainna maqama ahadikum fi sabili allahi afdhalu min shalatihi fi baytihi sabina aman ala tuhibbuna an yaghfira allahu lakum wayudkhilakumu aljannaha aghzu fi sabili allahi man qatala fi sabili allahi fuwaqa naqahin wajabat lahu aljannahu ". qala abu isa hadza haditsun hasanun.
Dari Abu Hurairah: Seorang laki-laki dari Sahabat Rasulullah ﷺ melewati sebuah lembah yang mengandung mata air segar, sehingga ia terpesona oleh kelezatannya. Ia berkata: 'Seharusnya aku meninggalkan orang-orang dan tinggal di lembah ini. Namun aku tidak akan melakukannya sampai aku meminta izin dari Rasulullah ﷺ.' Maka ia menyebutkan hal itu kepada Rasulullah ﷺ dan beliau bersabda: 'Jangan lakukan itu. Karena sesungguhnya salah satu dari kalian berdiri di jalan Allah lebih utama dari salatnya di rumahnya selama tujuh puluh tahun. Apakah kalian tidak ingin Allah mengampuni dosa-dosa kalian dan memasukkan kalian ke dalam Surga? Maka berperanglah di jalan Allah, karena siapa pun yang berperang di jalan Allah selama waktu yang diperlukan untuk memerah susu unta, maka Surga adalah kewajiban baginya.'" Abu 'Eisa berkata: Hadits ini adalah Hasan.
Ringkasan, rujukan ulama, dan hikmah praktis