Bab Tentang Kurban dengan Hewan yang Memiliki Tanduk atau Telinga yang Patah
Hasan oleh Darussalam
haddatsana hannadun, haddatsana abdahu, an saidin, an qatadaha, an jurai ibni kulaybin annahdiyyi, an aliyyin, qala naha rasulu allahi an yudhahha biadhabi alqarni waaludzuni. qala qatadahu fadzakartu dzalika lisaidi ibni almusayyabi faqala aladhbu ma balagha annishfa fama fawqa dzalika. qala abu isa hadza haditsun hasanun shahihun.
Diriwayatkan dari Ali: "Rasulullah ﷺ melarang agar hewan dengan tanduk atau telinga yang patah disembelih sebagai kurban." Qatadah (salah satu perawi) berkata: "Maka saya sebutkan ini kepada Said bin Al-Musayyab dan dia berkata: 'Yang patah adalah yang setara atau lebih dari itu.'"