Bab Apa yang Dikatakan tentang Penjualan Siapa yang Menambah
Hasan oleh Darussalam
haddatsana humaydu ibnu masadaha, akhbarana ubaydu allahi ibnu syumaythi ibni ajlana, haddatsana alakhdharu ibnu ajlana, an abdi allahi alhanafiyyi, an anasi ibni malikin, anna rasula allahi baa hilsan waqadahan waqala " man yasytari hadza alhilsa waalqadaha ". faqala rajulun akhadztuhuma bidirhamin. faqala annabiyyu " man yazidu ala dirhamin man yazidu ala dirhamin " faathahu rajulun dirhamayni fabaahuma minhu. qala abu isa hadza haditsun hasanun la narifuhu ila min haditsi alakhdhari ibni ajlana. waabdu allahi alhanafiyyu adzi rawa an anasin huwa abu bakrin alhanafiyyu. waalamalu ala hadza inda badhi ahli alilmi lam yaraw basan bibayi man yazidu fi alghanaimi waalmawaritsi. waqad rawa almutamiru ibnu sulaymana waghayru wahidin min ahli alhaditsi ani alakhdhari ibni ajlana hadza alhaditsa.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik: Bahwa Rasulullah ﷺ menjual sebuah pelana dan sebuah wadah minum. Beliau ﷺ berkata: "Siapa yang akan membeli pelana dan wadah minum ini?" Maka seorang lelaki berkata: "Saya akan mengambilnya dengan satu Dirham." Maka Nabi ﷺ berkata: "Siapa yang akan memberikan lebih dari satu Dirham? Siapa yang akan memberikan lebih dari satu Dirham?" Seorang lelaki setuju untuk memberinya dua Dirham, maka dia menjualnya kepadanya. Abu 'Eisa berkata: Hadits ini Hasan. Kami tidak mengetahuinya kecuali dari riwayat Al-Akhdar bin 'Ajlan, dan Abdullah Al-Hanafi yang meriwayatkan dari Anas adalah Abu Bakr Al-Hanafi. Ini dipraktikkan menurut sebagian orang-orang ilmu, mereka tidak melihat ada bahaya dalam melelang harta rampasan perang dan warisan. Al-Mu'tamir bin Sulaiman dan lainnya di antara orang-orang hadits melaporkan dari Al-Akhdar bin 'Ajlan.