Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 1158 tentang Hendaknya mendatangi istri saat tergoda wanita lain

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah petunjuk agung dari Nabi ﷺ bagi para lelaki yang tergoda oleh pandangan kepada wanita yang bukan mahramnya. Solusi yang diajarkan oleh Nabi ﷺ sangat praktis dan menjaga kesucian, yaitu segera kembali kepada istrinya dan menyalurkan syahwatnya pada tempat yang halal. Ini adalah obat yang paling efektif untuk memadamkan api syahwat yang muncul akibat pandangan, sekaligus menjaga diri dari perbuatan zina.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Menyusui, Bab "Apa yang Dikatakan tentang Seorang Pria yang Melihat Wanita yang Menarik Perhatiannya", nomor 1158, dari sahabat Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih gharib.

Teks Hadits (dengan harakat lengkap):

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الأَعْلَى، حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ، وَهُوَ الدَّسْتَوَائِيُّ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ رَأَى امْرَأَةً فَدَخَلَ عَلَى زَيْنَبَ فَقَضَى حَاجَتَهُ وَخَرَجَ وَقَالَ: "إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا أَقْبَلَتْ أَقْبَلَتْ فِي صُورَةِ شَيْطَانٍ، فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمُ امْرَأَةً فَأَعْجَبَتْهُ فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ، فَإِنَّ مَعَهَا مِثْلَ الَّذِي مَعَهَا".

Makna Ringkas: "Sesungguhnya wanita apabila datang (menghadap), dia datang dalam bentuk setan (yang menggoda). Maka jika salah seorang dari kalian melihat wanita yang membuatnya kagum, hendaklah dia mendatangi istrinya, karena sesungguhnya istrinya memiliki apa yang dimiliki wanita itu (yaitu sebagai penyalur syahwat yang halal)."

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

وَقُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (QS. An-Nur [24]: 30)

Ayat ini adalah perintah langsung dari Allah untuk menundukkan pandangan, dan hadits di atas adalah salah satu solusi praktis dari Nabi ﷺ ketika seseorang sudah terlanjur melihat dan tergoda.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Makna "Wanita Datang dalam Bentuk Setan"

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa makna sabda Nabi ﷺ ini adalah bahwa wanita bisa menjadi sebab godaan dan fitnah bagi laki-laki, sebagaimana setan adalah sumber godaan. Ini bukan berarti wanita itu sendiri adalah setan, tetapi syahwat yang muncul karena melihatnya bisa menjerumuskan laki-laki ke dalam perbuatan yang diharamkan, sebagaimana setan menjerumuskan manusia ke dalam dosa. Ini adalah peringatan agar laki-laki tidak tertipu oleh keindahan yang terlihat, karena di balik itu bisa jadi ada kebinasaan.

2. Solusi Praktis: Kembali kepada Istri

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa perintah Nabi ﷺ untuk mendatangi istri adalah solusi yang sangat bijaksana. Karena syahwat yang muncul adalah fitrah manusia, maka ia harus disalurkan pada tempat yang halal. Dengan mendatangi istri, syahwat itu tersalurkan dengan cara yang diridhai Allah, dan hati menjadi tenang. Ini adalah obat yang paling manjur untuk menghilangkan godaan.

3. Bukan Berarti Boleh Melihat

Hadits ini tidak boleh disalahpahami sebagai pembolehan untuk melihat wanita yang bukan mahram. Justru, hadits ini adalah pengobatan setelah terjadinya pandangan yang tidak disengaja atau ketika seseorang sedang diuji. Adapun hukum asal melihat wanita asing adalah haram, sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nur ayat 30. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menegaskan bahwa hadits ini adalah solusi bagi orang yang sudah terlanjur melihat dan merasa tergoda, bukan izin untuk melihat.

4. Pelajaran tentang Keutamaan Zainab radhiyallahu 'anha

Peristiwa ini terjadi ketika Nabi ﷺ melihat seorang wanita, lalu beliau masuk menemui istrinya, Zainab binti Jahsy radhiyallahu 'anha. Ini menunjukkan bahwa seorang suami yang baik adalah yang segera kembali kepada istrinya ketika ada godaan, bukan malah mengejar wanita yang dilihatnya. Ini juga menunjukkan bahwa istri adalah tempat berlindung yang paling utama bagi suami dari fitnah.

5. Hadits Ini Shahih

Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih gharib. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya dengan redaksi yang hampir sama, sehingga derajatnya naik menjadi shahih. Para ulama hadits seperti Imam Adz-Dzahabi dan Ibnu Hajar al-Asqalani menerima hadits ini sebagai hujjah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa sebagian salaf sangat menjaga pandangan mereka. Suatu ketika, seorang lelaki datang kepada sahabat Nabi, Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, dan mengadu bahwa ia tergoda oleh seorang wanita. Ibnu Mas'ud berkata kepadanya, "Itu adalah ujian dari Allah. Maka bersegeralah menikah, atau berpuasalah, karena puasa adalah perisai." Ini sejalan dengan sabda Nabi ﷺ dalam hadits lain: "Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu (menikah), maka menikahlah, karena itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Kisah ini menunjukkan bahwa para sahabat memahami betul bahwa obat dari godaan syahwat adalah dengan menyalurkannya pada jalan yang halal, bukan dengan terus-menerus memandang atau mendekati yang haram.

Kesimpulan Praktis

  1. Menundukkan pandangan adalah perintah Allah yang pertama kali harus dijaga. Jika terlanjur melihat, segera berpaling.
  2. Jika tergoda oleh wanita yang bukan mahram, maka solusi terbaik adalah segera mendatangi istri atau menikah jika belum mampu.
  3. Puasa adalah perisai bagi yang belum mampu menikah, sebagaimana sabda Nabi ﷺ.
  4. Jangan pernah menganggap remeh pandangan, karena pandangan adalah panah beracun dari setan.
  5. Jadikan istri sebagai tempat berlindung dari fitnah, dan jangan mencari pelarian di luar rumah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?