Bab Bacaan Bismillah al-Rahman al-Rahim
Shahih oleh Darussalam
akhbarana aliyyu ibnu hujrin, qala haddatsana aliyyu ibnu mushirin, ani almukhtari ibni fulfulin, an anasi ibni malikin, qala baynama dzata yawmin bayna azhhurina - yuridu annabiyya - idz aghfa ighfaahan tsumma rafaa rasahu mutabassiman faqulna lahu ma adhhakaka ya rasula allahi qala " nazalat alaa anifan surahu bismi allahi arrahmani arrahimi inna athaynaka alkawtsara fashalli lirabbika wanhar inna syaniaka huwa alabtaru ". tsumma qala " hal tadruna ma alkawtsaru ". qulna allahu warasuluhu alamu. qala " fainnahu nahrun waadanihi rabbi fi aljannahi aniyatuhu aktsaru min adadi alkawakibi tariduhu alaa ummati fayukhtalaju alabdu minhum faaqulu ya rabbi innahu min ummati. fayaqulu li innaka la tadri ma ahdatsa badaka ".
Diriwayatkan bahwa Anas bin Malik berkata: "Suatu hari ketika dia - Nabi ﷺ - masih bersama kami, dia tidur sejenak, kemudian dia mengangkat kepalanya sambil tersenyum. Kami berkata kepadanya: 'Mengapa engkau tersenyum, wahai Rasulullah?' Dia berkata: 'Baru saja Surah ini diturunkan kepadaku: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Sesungguhnya, Kami telah memberikan kepadamu (Wahai Muhammad) Al-Kawthar. Maka dirikanlah shalat untuk Tuhanmu dan berkorbanlah (hanya untuk-Nya). Sesungguhnya, orang yang membencimu, dia akan terputus.' Kemudian dia berkata: 'Apakah kalian tahu apa itu Al-Kawthar?' Kami menjawab: 'Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.' Dia berkata: 'Itu adalah sungai yang dijanjikan oleh Tuhanku di surga. Wadahnya lebih banyak daripada jumlah bintang-bintang. Ummatku akan datang kepadaku, kemudian seorang di antara mereka akan ditarik pergi dan aku akan berkata: 'Ya Rabb, dia adalah salah satu dari ummatku' dan Dia akan berkata kepadaku: 'Engkau tidak tahu apa yang dia lakukan setelah engkau pergi.'"