Bab Menyilangkan Jari-jari di Masjid
Shahih oleh Darussalam
akhbarana ishaqu ibnu ibrahima, qala anbaana isa ibnu yunusa, qala haddatsana alamasyu, an ibrahima, ani alaswadi, qala dakhaltu ana waalqamahu, ala abdi allahi ibni masudin faqala lana ashalla haulai qulna la. qala qumu fashallu. fadzahabna linaquma khalfahu fajaala ahadana an yaminihi waalakhara an syimalihi fashalla bighayri adzanin wala iqamahin fajaala idza rakaa syabbaka bayna ashabiihi wajaalaha bayna rukbatayhi waqala hakadza raaytu rasula allahi faala.
Dari Al-Aswad, ia berkata: "Alqamah dan saya masuk menemui Abdullah bin Mas'ud, dan ia berkata kepada kami: 'Apakah mereka telah shalat?' Kami menjawab: 'Belum.' Ia berkata: 'Berdirilah dan shalatlah.' Maka kami berdiri di belakangnya, dan ia menempatkan salah seorang dari kami di sebelah kanannya dan yang lainnya di sebelah kirinya, dan ia shalat tanpa Adhan dan tanpa Iqamah. Ketika ia rukuk, ia menyilangkan jari-jarinya dan meletakkan tangannya di antara lututnya, dan ia berkata: 'Saya melihat Rasulullah ﷺ melakukan hal itu.'"