Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menganjurkan seorang muadzin untuk mengangkat (mengeraskan) suaranya ketika adzan, terutama ketika berada di padang atau tempat yang jauh dari manusia. Alasannya, seluruh makhluk yang mendengar suara adzan — baik manusia, jin, maupun benda lain — akan menjadi saksi bagi muadzin tersebut pada hari kiamat. Ini menunjukkan keutamaan besar adzan dan besarnya pahala bagi orang yang mengumandangkannya dengan suara yang tinggi.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan An-Nasa'i (no. 644), Kitab Adzan, Bab Meninggikan Suara dalam Adzan, dari jalur Imam Malik bin Anas (dalam Al-Muwaththa'), dari Abdurrahman bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abi Sha'sha'ah Al-Anshari Al-Mazini, dari ayahnya, dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, dari Nabi ﷺ.
Hadits senada juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, dengan lafaz yang semakna.
Adapun dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan keutamaan adzan dan persaksian pada hari kiamat:
QS. Al-Baqarah [2]: 143
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا
Terjemahan: "Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) sebagai umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu."
Ayat ini menunjukkan bahwa umat Islam akan menjadi saksi pada hari kiamat. Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa persaksian umat ini berlaku atas umat-umat lain, dan ini menunjukkan kemuliaan umat Islam. Persaksian makhluk terhadap muadzin dalam hadits di atas adalah bagian dari kemuliaan tersebut.
Penjelasan Rinci
Makna umum hadits:
Hadits ini berisi nasihat Nabi ﷺ kepada Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu — seorang sahabat yang dikenal suka menggembala domba dan tinggal di daerah pedalaman (badiah). Nabi ﷺ mengetahui hal itu, lalu memberikan arahan: ketika engkau berada di tengah dombamu atau di padang yang sepi, dan engkau mengumandangkan adzan, maka angkatlah suaramu setinggi mungkin.
Alasannya disebutkan langsung oleh Nabi ﷺ: "Karena tidak ada jin, manusia, atau sesuatu pun yang mendengar suara muadzin sejauh suaranya mencapai, kecuali ia akan menjadi saksi baginya pada hari kiamat."
Bagaimana para ulama memahami hadits ini:
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan mengeraskan suara adzan, dan bahwa seluruh makhluk yang mendengar — termasuk jin, manusia, hewan, pepohonan, dan benda-benda lain — akan menjadi saksi bagi muadzin pada hari kiamat. Ini adalah bentuk kemuliaan yang Allah berikan kepada muadzin.
Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa persaksian ini mencakup seluruh yang mendengar suara adzan, baik yang berakal maupun tidak, dan ini menunjukkan betapa besarnya pahala adzan. Beliau juga menyebutkan bahwa adzan adalah syiar Islam yang paling tampak.
Ibn Rajab Al-Hanbali rahimahullah dalam Latha'if Al-Ma'arif menjelaskan bahwa adzan memiliki keutamaan yang sangat besar, karena ia adalah seruan kepada shalat yang didengar oleh seluruh alam. Bahkan setan pun lari ketika mendengar adzan, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain.
Ibn Qayyim Al-Jawziyyah rahimahullah dalam Zad Al-Ma'ad menjelaskan bahwa adzan adalah panggilan yang mengandung tauhid dan pengagungan kepada Allah, sehingga pantas jika seluruh makhluk menjadi saksi bagi orang yang mengumandangkannya.
Syeikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa persaksian pada hari kiamat adalah bentuk keadilan Allah, dan siapa yang menyeru kepada kebaikan maka ia akan mendapatkan saksi dari seluruh yang mendengarnya.
Perbedaan pendapat di antara ulama:
Para ulama sepakat tentang keutamaan mengeraskan suara adzan. Namun, mereka berbeda pendapat tentang apakah perintah dalam hadits ini bersifat wajib atau sunnah. Jumhur ulama (mayoritas) — termasuk Imam Malik, Imam Asy-Syafi'i, dan Imam Ahmad — berpendapat bahwa mengeraskan suara adzan adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), bukan wajib. Adapun Imam Abu Hanifah rahimahullah juga berpendapat demikian, bahwa mengeraskan suara adzan adalah sunnah.
Yang paling kuat adalah pendapat jumhur, karena adzan tetap sah meskipun dengan suara pelan, namun mengeraskan suara adalah bagian dari kesempurnaan adzan dan mendatangkan pahala yang besar.
Catatan penting: Hadits ini juga menunjukkan bahwa jin termasuk makhluk yang mendengar adzan dan akan menjadi saksi. Ini menegaskan keberadaan jin sebagai makhluk Allah yang nyata, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an, dan mereka juga mendengar seruan adzan.
Story Telling
Dikisahkan bahwa Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu adalah seorang sahabat yang zuhud dan sederhana. Beliau lebih memilih tinggal di pedalaman bersama domba-domba gembalaannya, jauh dari keramaian kota Madinah. Meskipun demikian, beliau tetap menjaga shalat berjamaah dan adzan.
Suatu ketika, Nabi ﷺ melihat kecenderungan beliau kepada kehidupan badiah dan penggembalaan, maka Nabi ﷺ memberikan nasihat berharga ini: janganlah engkau meremehkan adzan meskipun engkau berada di tengah padang yang sepi. Angkatlah suaramu, karena seluruh alam — bahkan jin dan benda mati — akan menjadi saksimu di hadapan Allah pada hari kiamat.
Hikmah: Seorang muadzin tidak pernah sendirian. Meskipun ia mengumandangkan adzan di padang yang sepi, seluruh makhluk Allah menjadi saksi baginya. Ini mengajarkan kepada kita bahwa amal kebaikan tidak pernah sia-sia, sekecil apa pun, dan tidak perlu dilihat manusia untuk mendapatkan pahala.
Kesimpulan Praktis
- Angkatlah suara saat adzan, terutama ketika berada di tempat yang jauh dari keramaian atau di padang, karena pahalanya lebih besar.
- Yakinlah bahwa adzan tidak pernah sia-sia — seluruh makhluk yang mendengarnya akan menjadi saksi di hari kiamat.
- Jaga adzan sebagai syiar Islam — ia adalah panggilan tauhid yang didengar oleh seluruh alam.
- Jangan meremehkan adzan meskipun engkau sedang sibuk atau berada di tempat sepi.
- Ajarkan kepada keluarga dan anak-anak tentang keutamaan adzan dan pahala besar bagi muadzin.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.