Bab Apakah Keduanya Mengumandangkan Adzan Bersama atau Sendiri-sendiri
أَخْبَرَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ حَدَّثَنَا حَفْصٌ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ، عَنِ الْقَاسِمِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " إِذَا أَذَّنَ بِلاَلٌ فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُؤَذِّنَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ " . قَالَتْ وَلَمْ يَكُنْ بَيْنَهُمَا إِلاَّ أَنْ يَنْزِلَ هَذَا وَيَصْعَدَ هَذَا .
Diriwayatkan bahwa 'Aisyah berkata: "Rasulullah (S.A.W) bersabda: 'Bilal mengumandangkan adzan di malam hari, maka makan dan minumlah sampai Ibn Umm Maktum mengumandangkan adzan.' Dia berkata: 'Dan tidak ada jarak antara keduanya kecuali waktu yang diperlukan untuk satu turun dan yang lainnya naik.'"
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
