Bab Tentang Siapa yang Tidur dan Melewatkan Shalat
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَبَاحٍ، عَنْ أَبِي قَتَادَةَ، قَالَ ذَكَرُوا لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَوْمَهُمْ عَنِ الصَّلاَةِ فَقَالَ " إِنَّهُ لَيْسَ فِي النَّوْمِ تَفْرِيطٌ إِنَّمَا التَّفْرِيطُ فِي الْيَقَظَةِ فَإِذَا نَسِيَ أَحَدُكُمْ صَلاَةً أَوْ نَامَ عَنْهَا فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا " .
Diriwayatkan dari Abu Qatadah, ia berkata: "Mereka memberitahukan kepada Nabi (ﷺ) bahwa mereka telah tidur dan melewatkan shalat. Beliau bersabda: 'Tidak ada kelalaian ketika seseorang tidur, melainkan kelalaian itu ketika seseorang terjaga. Jika salah seorang di antara kalian lupa shalat atau tidur dan melewatkannya, maka hendaklah ia shalat ketika ia ingat.'"
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
