Bab Waktu yang Mengumpulkan antara Maghrib dan Isya
Shahih oleh Darussalam
أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ أَنْبَأَنَا سُفْيَانُ، عَنِ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، - شَيْخٌ مِنْ قُرَيْشٍ - قَالَ صَحِبْتُ ابْنَ عُمَرَ إِلَى الْحِمَى فَلَمَّا غَرَبَتِ الشَّمْسُ هِبْتُ أَنْ أَقُولَ لَهُ الصَّلاَةَ فَسَارَ حَتَّى ذَهَبَ بَيَاضُ الأُفُقِ وَفَحْمَةُ الْعِشَاءِ ثُمَّ نَزَلَ فَصَلَّى الْمَغْرِبَ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ عَلَى إِثْرِهَا ثُمَّ قَالَ هَكَذَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَفْعَلُ .
Diriwayatkan bahwa Ismail bin 'Abdur-Rahman, seorang Syekh dari Quraisy, berkata: "Saya menemani Ibn 'Umar ke Al-Hima. Ketika matahari terbenam, saya merasa terlalu gugup untuk mengingatkan dia tentang shalat, jadi dia melanjutkan sampai cahaya di cakrawala menghilang dan mulai gelap, kemudian dia berhenti dan shalat Maghrib, tiga raka'at, lalu dia shalat dua raka'at segera setelahnya, kemudian dia berkata: 'Inilah yang saya lihat Rasulullah ﷺ lakukan.'"