Bab Istiaza dari Keburukan Takdir
Shahih oleh Darussalam
أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ أَنْبَأَنَا سُفْيَانُ، عَنْ سُمَىٍّ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، إِنْ شَاءَ اللَّهُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَتَعَوَّذُ مِنْ هَذِهِ الثَّلاَثَةِ مِنْ دَرَكِ الشَّقَاءِ وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ وَسُوءِ الْقَضَاءِ وَجَهْدِ الْبَلاَءِ . قَالَ سُفْيَانُ هُوَ ثَلاَثَةٌ فَذَكَرْتُ أَرْبَعَةً لأَنِّي لاَ أَحْفَظُ الْوَاحِدَ الَّذِي لَيْسَ فِيهِ .
Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah berkata: "Nabi ﷺ biasa berlindung dari tiga hal: Dari terjerumus dalam kebinasaan, dari musuh yang bersukacita atas kesengsaraannya, dari takdir yang buruk, dan dari kesulitan saat menghadapi bencana." Sufyan (salah satu perawi) berkata: "Ada tiga, dan aku menyebutkan empat karena aku tidak ingat yang mana yang bukan salah satunya."