Bab Permohonan Perlindungan dari Hati yang Tidak Khusyuk
HR. An-Nasa'i no. 5442Shahih · Al-Albani
أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ سِنَانٍ، قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ، قَالَ أَنْبَأَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي سِنَانٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي الْهُذَيْلِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ كَانَ يَتَعَوَّذُ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَدُعَاءٍ لاَ يُسْمَعُ وَنَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ .
Cara baca (latin)
akhbarana yazidu ibnu sinanin, qala haddatsana abdu arrahmani, qala anbaana sufyanu, an abi sinanin, an abdi allahi ibni abi alhudzayli, an abdi allahi ibni amrinw, anna annabiyya kana yataawwadzu min arbain min ilmin la yanfau wamin qalbin la yakhsyau waduain la yusmau wanafsin la tasybau.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bahwa: Nabi ﷺ biasa memohon perlindungan (kepada Allah) dari empat hal: Dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak merasa khusyuk, dari doa yang tidak didengar, dan jiwa yang tidak pernah puas.
Belajar nahwu 14 kata
Analisis sedang disiapkan, panel terisi otomatis.
Belum ada analisis nahwu untuk hadits ini.
Dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak merasa khusyuk, dari doa yang tidak didengar, dan jiwa yang tidak pernah puas.
Analisis dibantu AI.