Bab Penetapan Hukum Berdasarkan Kesepakatan Para Ahli Ilmu
Hasan oleh Darussalam
akhbarani muhammadu ibnu aliyyi ibni maymunin, qala haddatsana alfiryabiyyu, qala haddatsana sufyanu, ani alamasyi, an umaraha ibni umayrin, an huraytsi ibni zhuhayrin, an abdi allahi ibni masudin, qala ata alayna hinun walasna naqdhi walasna hunalika wainna allaha azza wajalla qaddara an balaghna ma tarawna faman aradha lahu qadhaun bada alyawmi falyaqdhi fihi bima fi kitabi allahi fain jaa amrun laysa fi kitabi allahi falyaqdhi bima qadha bihi nabiyyuhu fain jaa amrun laysa fi kitabi allahi walam yaqdhi bihi nabiyyuhu falyaqdhi bima qadha bihi asshalihuna wala yaqulu ahadukum inni akhafu wainni akhafu fainna alhalala bayyinun waalharama bayyinun wabayna dzalika umurun musytabihahun fada ma yaribuka ila ma la yaribuka.
Diriwayatkan bahwa 'Abdullah bin Mas'ud berkata: "Ada suatu masa ketika kami tidak memberikan banyak keputusan, tetapi sekarang masa itu telah berlalu. Sekarang Allah, Yang Maha Perkasa dan Agung, telah menentukan bahwa kami mencapai masa ketika, seperti yang kamu lihat, (kami diminta untuk memberikan banyak keputusan). Siapa pun di antara kamu yang diminta untuk memberikan keputusan setelah hari ini, hendaklah ia memberikan keputusan sesuai dengan apa yang ada di dalam Kitab Allah. Jika ia dihadapkan pada suatu perkara yang tidak disebutkan dalam Kitab Allah, hendaklah ia memberikan keputusan sesuai dengan cara Nabi-Nya ﷺ memberikan keputusan. Jika ia dihadapkan pada suatu perkara yang tidak disebutkan dalam Kitab Allah, dan mengenai perkara yang tidak diputuskan oleh Nabi-Nya, maka hendaklah ia memberikan keputusan sesuai dengan cara orang-orang yang saleh memberikan keputusan. Dan janganlah ia berkata 'Saya takut, saya takut.' Karena yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan antara keduanya ada perkara yang tidak jelas. Tinggalkanlah apa yang membuatmu ragu untuk apa yang tidak membuatmu ragu."