Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan larangan dan perintah untuk menjauhkan gambar makhluk bernyawa (dalam hal ini burung) dari tempat ibadah dan tempat tinggal yang sering digunakan untuk beribadah dan beristirahat. Rasulullah ﷺ memerintahkan Aisyah untuk memindahkan tirai bergambar burung karena beliau tidak ingin melihatnya, sebab hal itu mengingatkannya pada dunia dan menyibukkan hati dari kekhusyukan. Adapun kain yang memiliki bordir (garis/ornamen) tanpa gambar makhluk bernyawa, itu tidak mengapa dan tetap boleh dipakai.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat An-Nasa'i:
Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda sebutkan) adalah riwayat dari Aisyah radhiyallahu 'anha. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dan Imam Ahmad dalam Musnad-nya. Ini menunjukkan bahwa hadits ini shahih dan kuat.
Dalil dari Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman:
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
"Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Asy-Syura [42]: 11)
Ayat ini menjelaskan bahwa Allah tidak menyerupai makhluk-Nya. Para ulama menggunakan ayat ini sebagai dasar larangan membuat gambar makhluk bernyawa, karena hal itu menyerupai perbuatan menandingi ciptaan Allah.
Penjelasan Ulama:
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan larangan membuat gambar makhluk bernyawa, dan perintah untuk menghilangkan atau memindahkan gambar tersebut dari tempat yang biasa digunakan untuk shalat atau beribadah. Beliau juga menjelaskan bahwa gambar yang dimaksud adalah gambar makhluk yang memiliki ruh (manusia atau hewan).
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa tirai bergambar burung yang dimaksud dalam hadits ini adalah tirai yang dipasang di pintu atau dinding rumah. Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk memindahkannya karena gambar tersebut mengganggu kekhusyukan dan mengingatkan pada dunia.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:
1. Larangan Membuat dan Memajang Gambar Makhluk Bernyawa
Hadits ini menunjukkan bahwa membuat atau memajang gambar makhluk bernyawa (manusia atau hewan) adalah perkara yang dilarang. Rasulullah ﷺ tidak membiarkan tirai bergambar burung itu tetap ada di rumahnya, bahkan beliau memerintahkan untuk memindahkannya.
Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya menjelaskan bahwa larangan ini sangat tegas, karena membuat gambar makhluk bernyawa termasuk perbuatan yang menyerupai perbuatan Allah dalam menciptakan makhluk. Beliau juga menjelaskan bahwa gambar-gambar tersebut dapat menjadi sarana menuju kesyirikan jika diagungkan.
2. Gambar Mengganggu Kekhusyukan Ibadah
Rasulullah ﷺ bersabda: "Setiap kali aku masuk dan melihatnya, aku teringat dunia ini." Ini menunjukkan bahwa gambar-gambar tersebut dapat mengganggu hati dan mengalihkan perhatian dari mengingat Allah. Oleh karena itu, tempat tinggal seorang muslim sebaiknya bersih dari hal-hal yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa alasan Rasulullah ﷺ memerintahkan pemindahan tirai tersebut adalah karena gambar burung itu mengganggu kekhusyukan beliau dalam beribadah. Ini menunjukkan bahwa seorang muslim hendaknya memperhatikan lingkungan sekitarnya agar mendukung ibadahnya.
3. Pengecualian untuk Gambar yang Tidak Bernyawa
Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: "Kami memiliki kain halus yang ada bordernya, yang kami kenakan, dan tidak kami potong." Ini menunjukkan bahwa kain yang memiliki bordir atau ornamen yang bukan gambar makhluk bernyawa (seperti garis, pola geometris, atau tumbuhan) tidak mengapa untuk digunakan.
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa yang dilarang adalah gambar makhluk bernyawa, sedangkan gambar yang tidak bernyawa seperti pohon, gunung, atau ornamen lainnya diperbolehkan.
4. Adab dalam Menasihati Keluarga
Rasulullah ﷺ menasihati Aisyah dengan cara yang lembut dan penuh kasih sayang. Beliau tidak marah atau menghardik, tetapi menjelaskan alasan mengapa tirai tersebut perlu dipindahkan. Ini adalah pelajaran berharga dalam berdakwah dan menasihati keluarga.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah ﷺ masuk ke rumah Aisyah dan melihat tirai bergambar burung yang dipasang di pintu. Beliau tidak langsung merobeknya atau marah, tetapi dengan lembut bersabda: "Wahai Aisyah, pindahkanlah, karena setiap kali aku masuk dan melihatnya, aku teringat dunia ini."
Aisyah radhiyallahu 'anha yang mencintai Rasulullah ﷺ segera memindahkan tirai tersebut. Namun, beliau tetap memakai kain yang memiliki bordir (garis-garis) karena itu bukan gambar makhluk bernyawa.
Kisah ini menunjukkan betapa lembutnya akhlak Rasulullah ﷺ dalam menasihati keluarganya. Beliau tidak langsung menghancurkan barang tersebut, tetapi meminta untuk memindahkannya dengan alasan yang jelas dan bijaksana. Ini adalah teladan bagi kita dalam berdakwah dan menasihati orang lain.
Kesimpulan Praktis
- Hindari memajang gambar makhluk bernyawa (manusia atau hewan) di rumah, terutama di tempat yang digunakan untuk shalat atau beribadah.
- Gambar yang tidak bernyawa seperti pemandangan alam, ornamen, atau pola geometris diperbolehkan.
- Jika memiliki gambar makhluk bernyawa, sebaiknya dipindahkan, dihapus, atau dihilangkan bagian kepalanya (menurut sebagian ulama).
- Teladani akhlak Rasulullah ﷺ dalam menasihati keluarga dengan lembut dan bijaksana, tanpa kekerasan atau kemarahan.
- Jaga kekhusyukan ibadah dengan memperhatikan lingkungan sekitar rumah kita.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.