Bab Tempat Batu Cincin
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ، قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَتَخَتَّمُ بِخَاتَمٍ مِنْ ذَهَبٍ ثُمَّ طَرَحَهُ وَلَبِسَ خَاتَمًا مِنْ وَرِقٍ وَنُقِشَ عَلَيْهِ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ثُمَّ قَالَ " لاَ يَنْبَغِي لأَحَدٍ أَنْ يَنْقُشَ عَلَى نَقْشِ خَاتَمِي هَذَا " . وَجَعَلَ فَصَّهُ فِي بَطْنِ كَفِّهِ .
Diriwayatkan bahwa Ibn 'Umar berkata: "Nabi (ﷺ) mengenakan cincin dari emas, kemudian ia membuangnya dan mengenakan cincin dari perak yang terukir (kata-kata) 'Muhammad Rasul Allah.' Kemudian ia berkata: 'Tidak boleh seorang pun meniru ukiran ini.' Dan ia mengenakan batu (Fass) ke arah telapak tangannya."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
