Bab Qisas dari Gigitan dan Penyebutan Perbedaan Kata Para Perawi Berita Imran bin Husain
Shahih oleh Darussalam
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو هِشَامٍ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبَانُ، قَالَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا زُرَارَةُ بْنُ أَوْفَى، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ، أَنَّ رَجُلاً، عَضَّ ذِرَاعَ رَجُلٍ فَانْتَزَعَ ثَنِيَّتَهُ فَانْطَلَقَ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ " أَرَدْتَ أَنْ تَقْضَمَ ذِرَاعَ أَخِيكَ كَمَا يَقْضَمُ الْفَحْلُ " . فَأَبْطَلَهَا .
Diriwayatkan dari 'Imran bin Husain bahwa: seorang lelaki menggigit lengan seorang lelaki lain sehingga gigi depannya tanggal, lalu ia pergi kepada Nabi ﷺ dan memberitahukan hal itu kepadanya. Ia berkata: "Apakah kamu ingin menggigit lengan saudaramu seperti kuda jantan menggigit?" Dan beliau membatalkannya.