Bab Jual Beli yang Mengandung Syarat yang Batal tetapi Jual Belinya Sah
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، أَنَّ عَائِشَةَ، أَرَادَتْ أَنْ تَشْتَرِيَ، جَارِيَةً تَعْتِقُهَا فَقَالَ أَهْلُهَا نَبِيعُكِهَا عَلَى أَنَّ الْوَلاَءَ لَنَا . فَذَكَرَتْ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ " لاَ يَمْنَعُكِ ذَلِكَ فَإِنَّ الْوَلاَءَ لِمَنْ أَعْتَقَ " .
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahwa Aisyah ingin membeli seorang budak wanita untuk dimerdekakannya, tetapi keluarganya berkata: "Kami akan menjualnya kepadamu dengan syarat bahwa loyalitasnya (wala) adalah untuk kami." Ia menyebutkan hal itu kepada Rasulullah ﷺ dan beliau bersabda: "Itu tidak seharusnya menghalangimu. Loyalitas adalah milik orang yang memerdekakan budak."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
