Bab Jual Beli Biji-Bijian Hingga Memutih
أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم نَهَى عَنْ بَيْعِ النَّخْلَةِ حَتَّى تَزْهُوَ وَعَنِ السُّنْبُلِ حَتَّى يَبْيَضَّ وَيَأْمَنَ الْعَاهَةَ نَهَى الْبَائِعَ وَالْمُشْتَرِيَ .
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hujr, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Ismail, dari Ayyub, dari Nafi, dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم melarang menjual kurma di pohonnya hingga matang atau menjual biji-bijian sebelum butirannya terlihat dan tidak ada rasa takut akan kerusakan. Ia melarang itu kepada penjual dan pembeli.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
