Bab Jual Beli Biji-Bijian Hingga Memutih
HR. An-Nasa'i no. 4551Shahih · Darussalam
أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ نَهَى عَنْ بَيْعِ النَّخْلَةِ حَتَّى تَزْهُوَ وَعَنِ السُّنْبُلِ حَتَّى يَبْيَضَّ وَيَأْمَنَ الْعَاهَةَ نَهَى الْبَائِعَ وَالْمُشْتَرِيَ .
Cara baca (latin)
akhbarana aliyyu ibnu hujrin, qala haddatsana ismailu, an ayyuba, an nafiin, ani abni umara, anna rasula allahi naha an bayi annakhlahi hatta tazhuwa waani assunbuli hatta yabyaddha wayamana alahaha naha albaia waalmusytariya.
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hujr, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Ismail, dari Ayyub, dari Nafi, dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah ﷺ melarang menjual kurma di pohonnya hingga matang atau menjual biji-bijian sebelum butirannya terlihat dan tidak ada rasa takut akan kerusakan. Ia melarang itu kepada penjual dan pembeli.