Bab Kewajiban Shalat dan Penyebutan Perbedaan Para Perawi dalam Sanad Hadits Anas bin Malik - رضي الله عنه - dan Perbedaan Lafaz Mereka.
Shahih oleh Darussalam
akhbarana ahmadu ibnu sulaymana, qala haddatsana yahya ibnu adama, qala haddatsana maliku ibnu mighwalin, ani azzubayri ibni adiyyin, an thalhaha ibni musharrifin, an murraha, an abdi allahi, qala lamma usriya birasuli allahi antuhiya bihi ila sidrahi almuntaha wahiya fi assamai assadisahi wailayha yantahi ma urija bihi min tahtiha wailayha yantahi ma uhbitha bihi min fawqiha hatta yuqbadha minha qala idz yaghsya assidraha ma yaghsya qala farasyun min dzahabin fauthiya tsalatsan asshalawatu alkhamsu wakhawatimu surahi albaqarahi wayughfaru liman mata min ummatihi la yusyriku biallahi syayan almuqhimatu.
Dari Abdullah, ia berkata: "Ketika Rasulullah ﷺ diisra'kan, beliau dibawa sampai ke Sidratul Muntaha, yang berada di langit keenam. Di situlah berakhirnya semua yang diangkat dari bawah, dan di situlah berakhirnya semua yang diturunkan dari atas, sampai diambil darinya. Allah berfirman: 'Ketika yang menutupi sidrat itu menutupi!' Dia berkata: 'Itu adalah kupu-kupu dari emas. Dan aku diberikan tiga hal: lima shalat wajib, ayat-ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah, dan siapa pun dari umatku yang mati tanpa mempersekutukan Allah dengan sesuatu, akan diampuni untuk Al-Muqhimat.'"