Bab Kewajiban Pilihan bagi Kedua Pihak dalam Transaksi Sebelum Berpisah
HR. An-Nasa'i no. 4483Hasan · Darussalam
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ أَنْبَأَنَا اللَّيْثُ، عَنِ ابْنِ عَجْلاَنَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ " الْمُتَبَايِعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا إِلاَّ أَنْ يَكُونَ صَفْقَةَ خِيَارٍ وَلاَ يَحِلُّ لَهُ أَنْ يُفَارِقَ صَاحِبَهُ خَشْيَةَ أَنْ يَسْتَقِيلَهُ " .
Cara baca (latin)
akhbarana qutaybahu ibnu saidin, qala anbaana allaytsu, ani abni ajlana, an amriw ibni syuaybin, an abihi, an jaddihi, anna annabiyya qala " almutabayiani bialkhiyari ma lam yatafarraqa ila an yakuna shafqaha khiyarin wala yahillu lahu an yufariqa shahibahu khasyyaha an yastaqilahu ".
Dari Amr bin Shu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Kedua pihak dalam transaksi memiliki pilihan selama mereka belum berpisah, kecuali jika mereka telah mencapai kesepakatan sebelum berpisah, dan tidak diperbolehkan untuk cepat-cepat pergi karena takut pihak lain mengubah keputusannya."