Bab Menjauhi Keraguan dalam Penghasilan
Shahih oleh Darussalam
haddatsana muhammadu ibnu abdi alala asshananiyyu, qala haddatsana khalidun, - wahuwa abnu alharitsi - qala haddatsana abnu awnin, ani assyabiyyi, qala samitu annumana ibna basyirin, qala samitu rasula allahi - fawaallahi la asmau badahu ahadan yaqulu samitu rasula allahi - yaqulu " inna alhalala bayyinun wainna alharama bayyinun wainna bayna dzalika umuran musytabihatin ". warubbama qala " wainna bayna dzalika umuran musytabihahan ". qala " wasaadhribu lakum fi dzalika matsalan inna allaha azza wajalla hama himan wainna hima allahi azza wajalla ma harrama wainnahu man yarta hawla alhima yusyik an yukhalitha alhima ". warubbama qala " innahu man yara hawla alhima yusyik an yartaa fihi wainna man yukhalithi arribaha yusyik an yajsura ".
An-Nu'man bin Bashir berkata: "Saya mendengar Rasulullah ﷺ berkata: "Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya ada perkara-perkara yang tidak jelas. Saya akan memberikan contoh untuk kalian tentang itu: Sesungguhnya Allah, Yang Maha Kuasa dan Agung, telah menetapkan suatu tempat suci, dan tempat suci Allah adalah apa yang Dia haramkan. Barangsiapa mendekati tempat suci tersebut, pasti dia akan melanggar batasnya, atau dia berkata: 'Barangsiapa menggembala di sekitar tempat suci, dia akan segera melanggar batasnya, dan barangsiapa terlibat dalam perkara yang tidak jelas, dia akan segera melanggar batas.'"