Bab Mengharamkan Makan Daging Keledai
Shahih oleh Darussalam
akhbarana muhammadu ibnu abdi allahi ibni yazida, qala haddatsana sufyanu, an ayyuba, an muhammadin, an anasin, qala shabbaha rasulu allahi khaybara fakharaju ilayna wamaahumu almasahi falamma raawna qalu muhammadun waalkhamisu. warajau ila alhishni yasawna farafaa rasulu allahi yadayhi tsumma qala " allahu akbaru allahu akbaru kharibat khaybaru inna idza nazalna bisahahi qawmin fasaa shabahu almundzarina ". faashabna fiha humuran fathabakhnaha fanada munadi annabiyyi faqala inna allaha azza wajalla warasulahu yanhakum an luhumi alhumuri fainnaha rijsun.
Diriwayatkan bahwa Anas berkata: "Rasulullah ﷺ tiba di Khaibar di pagi hari, dan mereka keluar kepada kami membawa sekop-sekop mereka. Ketika mereka melihat kami, mereka berkata: 'Muhammad dan pasukan!' Dan mereka berlari kembali ke dalam benteng. Rasulullah ﷺ mengangkat tangannya, kemudian beliau berkata: 'Allahu Akbar, Allahu Akbar, Khaibar telah hancur. Sesungguhnya, ketika kami turun di lapangan suatu kaum (yaitu dekat mereka), maka buruklah pagi bagi mereka yang telah diperingatkan! Kami mendapatkan beberapa keledai di sana dan kami memasaknya. Kemudian, penyeru Nabi ﷺ menyerukan: 'Allah dan Rasul-Nya melarang kalian untuk memakan daging keledai, karena itu adalah najis.'"