Bab Hukum bagi Siapa yang Mencela Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam
Shahih oleh Darussalam
akhbarana utsmanu ibnu abdi allahi, qala haddatsana abbadu ibnu musa, qala haddatsana ismailu ibnu jafarin, qala haddatsani israilu, an utsmana assyahhami, qala kuntu aqudu rajulan ama fantahaytu ila ikrimaha faansyaa yuhadditsuna qala haddatsani abnu abbasin anna ama kana ala ahdi rasuli allahi wakanat lahu ummu waladin wakana lahu minha abnani wakanat tuktsiru alwaqiaha birasuli allahi watasubbuhu fayazjuruha fala tanzajiru wayanhaha fala tantahi falamma kana dzata laylahin dzakartu annabiyya fawaqaat fihi falam ashbir an qumtu ila almighwali fawadhatuhu fi bathniha fattakatu alayhi faqataltuha faashbahat qatilan fadzukira dzalika lilnnabiyyi fajamaa annasa waqala " ansyudu allaha rajulan li alayhi haqqun faala ma faala ila qama ". faaqbala alama yatadaldalu faqala ya rasula allahi ana shahibuha kanat umma waladi wakanat bi lathifahan rafiqahan wali minha abnani mitslu alluluatayni walakinnaha kanat tuktsiru alwaqiaha fika watasytumuka faanhaha fala tantahi waazjuruha fala tanzajiru falamma kanati albarihaha dzakartuka fawaqaat fika faqumtu ila almighwali fawadhatuhu fi bathniha fattakatu alayha hatta qataltuha. faqala rasulu allahi " ala asyhadu anna damaha hadarun ".
Diriwayatkan dari Ibn Abbas bahwa: Ada seorang buta pada masa Rasulullah ﷺ ﷺ yang memiliki seorang Umm Walad yang memberinya dua anak. Dia sering mencela dan menghina Rasulullah ﷺ ﷺ dan dia menegurnya, tetapi dia tidak mengindahkannya, dan dia melarangnya untuk melakukan itu, tetapi dia mengabaikannya. (Orang buta itu berkata) Suatu malam saya menyebut nama Nabi ﷺ ﷺ, dan dia mencelanya. Saya tidak bisa menahan diri, jadi saya pergi dan mengambil sebuah belati yang saya tusukkan ke perutnya dan saya bersandar padanya, dan membunuhnya. Di pagi harinya dia ditemukan tewas. Hal itu disebutkan kepada Nabi ﷺ ﷺ dan dia mengumpulkan orang-orang dan berkata: "Saya bersumpah demi Allah; seorang laki-laki yang memiliki hak atas saya, bahwa dia harus menaati saya, dan dia melakukan apa yang dia lakukan, untuk berdiri." Orang buta itu mulai bergetar dan berkata: "Wahai Rasulullah ﷺ, saya adalah orang yang membunuhnya. Dia adalah Umm Walad saya dan dia baik dan lembut terhadap saya, dan saya memiliki dua anak seperti mutiara darinya, tetapi dia sering mencela dan menghina Anda. Saya melarangnya, tetapi dia tidak berhenti, dan saya menegurnya, tetapi dia tidak mengindahkannya. Akhirnya, saya menyebut nama Anda dan dia mencelanya, jadi saya pergi dan mengambil sebuah belati yang saya tusukkan ke perutnya, dan bersandar padanya sampai saya membunuhnya. Rasulullah ﷺ ﷺ berkata: "Saya bersaksi bahwa darahnya adalah halal."