Sunan An-Nasa'i · Kitab Pengharaman Darah · No. 4050

Bab Hamba yang Melarikan Diri ke Tanah Syirik dan Sebutkan Perbedaan Kata Para Perawi dalam Berita Jarir Mengenai Hal Itu

Shahih oleh Darussalam

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ قُدَامَةَ، عَنْ جَرِيرٍ، عَنْ مُغِيرَةَ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، قَالَ كَانَ جَرِيرٌ يُحَدِّثُ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ " إِذَا أَبَقَ الْعَبْدُ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ وَإِنْ مَاتَ مَاتَ كَافِرًا " . وَأَبَقَ غُلاَمٌ لِجَرِيرٍ فَأَخَذَهُ فَضَرَبَ عُنُقَهُ .

akhbarana muhammadu ibnu qudamaha, an jaririn, an mughiraha, ani assyabiyyi, qala kana jarirun yuhadditsu ani annabiyyi " idza abaqa alabdu lam tuqbal lahu shalahun wain mata mata kafiran ". waabaqa ghulamun lijaririn faakhadzahu fadharaba unuqahu.

Jarir biasa meriwayatkan dari Nabi ﷺ: "Jika seorang hamba melarikan diri, tidak ada shalat yang diterima darinya, dan jika ia mati, ia akan mati sebagai seorang kafir." Seorang hamba milik Jarir melarikan diri, dan ia menangkapnya dan memenggal lehernya (membunuhnya).

Penjelasan