Bab Larangan Junub Berwudhu di Air yang Diam
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنِ ابْنِ سِيرِينَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ لاَ يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ الَّذِي لاَ يَجْرِي ثُمَّ يَغْتَسِلُ مِنْهُ . قَالَ سُفْيَانُ قَالُوا لِهِشَامٍ - يَعْنِي ابْنَ حَسَّانَ - أَنَّ أَيُّوبَ إِنَّمَا يَنْتَهِي بِهَذَا الْحَدِيثِ إِلَى أَبِي هُرَيْرَةَ فَقَالَ إِنَّ أَيُّوبَ لَوِ اسْتَطَاعَ أَنْ لاَ يَرْفَعَ حَدِيثًا لَمْ يَرْفَعْهُ .
Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah berkata: "Janganlah salah seorang di antara kalian berkemih di air yang diam yang tidak mengalir, kemudian berwudhu dengan air itu." (Salah satu perawi) Sufyan berkata: "Mereka berkata kepada Hisham - maksudnya Ibn Hassan - 'Apakah Ayyub hanya meriwayatkan hadits ini dari Abu Hurairah?' Maka dia berkata: 'Jika Ayyub tidak mampu untuk mengangkat sebuah riwayat, maka dia tidak mengangkatnya.'"
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
