Bab Apakah Imam Boleh Menggunakan Siwak di Hadapan Rakyatnya
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ، حَدَّثَنَا يَحْيَى، - وَهُوَ ابْنُ سَعِيدٍ - قَالَ حَدَّثَنَا قُرَّةُ بْنُ خَالِدٍ، قَالَ حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ هِلاَلٍ، قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو بُرْدَةَ، عَنْ أَبِي مُوسَى، قَالَ أَقْبَلْتُ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَمَعِي رَجُلاَنِ مِنَ الأَشْعَرِيِّينَ أَحَدُهُمَا عَنْ يَمِينِي وَالآخَرُ عَنْ يَسَارِي وَرَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَسْتَاكُ فَكِلاَهُمَا سَأَلَ الْعَمَلَ قُلْتُ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ نَبِيًّا مَا أَطْلَعَانِي عَلَى مَا فِي أَنْفُسِهِمَا وَمَا شَعَرْتُ أَنَّهُمَا يَطْلُبَانِ الْعَمَلَ فَكَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى سِوَاكِهِ تَحْتَ شَفَتِهِ قَلَصَتْ فَقَالَ " إِنَّا لاَ - أَوْ لَنْ - نَسْتَعِينَ عَلَى الْعَمَلِ مَنْ أَرَادَهُ وَلَكِنِ اذْهَبْ أَنْتَ " . فَبَعَثَهُ عَلَى الْيَمَنِ ثُمَّ أَرْدَفَهُ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ رضى الله عنهما .
Dari Abu Burdah, bahwa Abu Musa berkata: "Aku datang kepada Nabi (ﷺ) ketika beliau sedang menggunakan siwak dan bersamaku ada dua orang dari kalangan Ash'ari, salah satunya di sebelah kananku dan yang lainnya di sebelah kiriku, yang sedang mencari untuk diangkat sebagai pejabat. Aku berkata: 'Demi yang mengutusmu dengan kebenaran sebagai Nabi, mereka tidak memberitahuku mengapa mereka ingin datang bersamaku dan aku tidak menyadari bahwa mereka sedang mencari untuk diangkat sebagai pejabat.' Dan aku bisa melihat siwak beliau di bawah bibirnya, kemudian siwak itu terlepas dan beliau berkata: 'Kami tidak' - atau; 'Kami tidak akan pernah mengangkat sebagai pejabat siapa pun yang mencarinya. Sebaiknya kamu pergi.'" Maka beliau mengutusnya (Abu Musa) ke Yaman, kemudian beliau mengutus Mu'adh bin Jabal untuk menyusulnya - semoga Allah meridhai mereka.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
