Sunan An-Nasa'i · Kitab Pertanian · No. 3917

Bab Menyebutkan Hadits yang Berbeda Mengenai Larangan Menyewa Tanah dengan Sepertiga dan Seperempat serta Perbedaan Kata-kata Para Perawi

Shahih oleh Darussalam

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ، قَالَ أَنْبَأَنَا وَكِيعٌ، قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ، يَقُولُ كُنَّا نُخَابِرُ وَلاَ نَرَى بِذَلِكَ بَأْسًا حَتَّى زَعَمَ رَافِعُ بْنُ خَدِيجٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ نَهَى عَنِ الْمُخَابَرَةِ‏.‏‏

akhbarana muhammadu ibnu abdi allahi ibni almubaraki, qala anbaana wakiun, qala haddatsana sufyanu, an amriw ibni dinarin, qala samitu abna umara, yaqulu kunna nukhabiru wala nara bidzalika basan hatta zaama rafiu ibnu khadijin anna rasula allahi naha ani almukhabarahi.

Amr bin Dinar berkata: "Aku mendengar Ibn 'Umar berkata: 'Kami biasa menjual biji-bijian sebelum matang dan sebelum jelas bahwa biji-bijian tersebut bebas dari penyakit dan kerusakan (melalui Al-Mukhabarah). Kami tidak melihat ada yang salah dengan itu, hingga Rafi' bin Khadij berkata bahwa Rasulullah ﷺ telah melarang Al-Mukhabarah.'"