Bab Menyebutkan Hadits yang Berbeda Mengenai Larangan Menyewakan Tanah dengan Sepertiga dan Seperempat
أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ حَمْزَةَ، قَالَ حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ كَانَ لأُنَاسٍ فُضُولُ أَرَضِينَ يُكْرُونَهَا بِالنِّصْفِ وَالثُّلُثِ وَالرُّبُعِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " مَنْ كَانَتْ لَهُ أَرْضٌ فَلْيَزْرَعْهَا أَوْ يُزْرِعْهَا أَوْ يُمْسِكْهَا ". وَافَقَهُ مَطَرُ بْنُ طَهْمَانَ.
Diriwayatkan bahwa Jabir berkata: "Beberapa orang memiliki tanah lebih yang mereka sewakan dengan imbalan setengah dari hasil, atau sepertiga, atau seperempat. Rasulullah (ﷺ) bersabda: 'Siapa pun yang memiliki tanah, hendaklah ia mengolahnya, atau memberikannya kepada saudaranya untuk diolah, atau menyimpannya (tanpa mengolahnya).'
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
