Bab Menyebutkan Hadits-Hadits yang Berbeda Mengenai Larangan Menggarap Tanah dengan Sepertiga dan Seperempat serta Perbedaan Lafaz Para Perawi
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ، عَنْ خَالِدٍ، - وَهُوَ ابْنُ الْحَارِثِ - قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ، عَنْ مُجَاهِدٍ، قَالَ حَدَّثَ رَافِعُ بْنُ خَدِيجٍ، قَالَ خَرَجَ إِلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَنَهَانَا عَنْ أَمْرٍ كَانَ لَنَا نَافِعًا فَقَالَ " مَنْ كَانَ لَهُ أَرْضٌ فَلْيَزْرَعْهَا أَوْ يَمْنَحْهَا أَوْ يَذَرْهَا ".
Rafi' bin Khadij berkata: "Rasulullah صلى الله عليه وسلم datang kepada kami dan melarang sesuatu yang sebenarnya bermanfaat bagi kami. Beliau bersabda: 'Siapa pun yang memiliki tanah, hendaklah ia menggarapnya atau memberikannya kepada orang lain (untuk digarap), atau membiarkannya.'"
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
