Bab Kaffarat Nazhar
Shahih oleh Darussalam
akhbarani muhammadu ibnu wahbin, qala haddatsana muhammadu ibnu salamaha, qala haddatsani abnu ishaqa, an muhammadi ibni azzubayri, an abihi, an rajulin, min ahli albashrahi qala shahibtu imrana ibna hushaynin qala samitu rasula allahi yaqulu " annadzru nadzrani fama kana min nadzrin fi thaahi allahi fadzalika lillahi wafihi alwafau wama kana min nadzrin fi mashiyahi allahi fadzalika lilssyaythani wala wafaa fihi wayukaffiruhu ma yukaffiru alyamina ".
Telah mengabarkan kepadaku Muhammad bin Wahb, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Salamah, ia berkata: Telah menceritakan kepadaku Ibn Ishaq, dari Muhammad bin Az-Zubair, dari ayahnya, dari seorang laki-laki dari penduduk Al-Basrah, ia berkata: "Aku menemani 'Imran bin Husain, ia berkata: 'Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Nazhar itu ada dua jenis: Nazhar yang dilakukan untuk ketaatan kepada Allah; itu untuk Allah dan harus dipenuhi, dan nazhar yang dilakukan untuk maksiat kepada Allah; itu untuk setan dan tidak boleh dipenuhi, dan kafaratnya adalah kafarat sumpah.'"