Bab Kembalinya Orang Tua dalam Apa yang Diberikan kepada Anaknya dan Penyebutan Perbedaan Para Perawi dalam Hal Itu
Hasan oleh Darussalam
akhbarana muhammadu ibnu almutsanna, qala haddatsana abnu abi adiyyin, an husaynin, an amriw ibni syuaybin, qala haddatsani thawusun, ani abni umara, wabni, abbasin yarfaani alhaditsa ila annabiyyi qala " la yahillu lirajulin yuthi athiyyahan tsumma yarjiu fiha ila alwaada fima yuthi waladahu wamatsalu adzi yuthi athiyyahan tsumma yarjiu fiha kamatsali alkalbi akala hatta idza syabia qaa tsumma ada fi qayihi ".
Diriwayatkan dari Ibn 'Umar dan Ibn 'Abbas, yang mengatributkan hadits ini kepada Nabi: "Tidak halal bagi seorang pria untuk memberikan hadiah dan kemudian mengambilnya kembali, kecuali seorang ayah yang mengambil kembali apa yang diberikan kepada anaknya. Perumpamaan orang yang memberikan hadiah kemudian mengambilnya kembali adalah seperti anjing yang makan sampai kenyang, lalu memuntahkan, dan kembali ke muntahannya."