Bab Kembalinya Orang Tua dalam Apa yang Diberikan kepada Anaknya dan Penyebutan Perbedaan Para Perawi dalam Hal Itu
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ، عَنْ حُسَيْنٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، قَالَ حَدَّثَنِي طَاوُسٌ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، وَابْنِ، عَبَّاسٍ يَرْفَعَانِ الْحَدِيثَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ " لاَ يَحِلُّ لِرَجُلٍ يُعْطِي عَطِيَّةً ثُمَّ يَرْجِعُ فِيهَا إِلاَّ الْوَالِدَ فِيمَا يُعْطِي وَلَدَهُ وَمَثَلُ الَّذِي يُعْطِي عَطِيَّةً ثُمَّ يَرْجِعُ فِيهَا كَمَثَلِ الْكَلْبِ أَكَلَ حَتَّى إِذَا شَبِعَ قَاءَ ثُمَّ عَادَ فِي قَيْئِهِ " .
Diriwayatkan dari Ibn 'Umar dan Ibn 'Abbas, yang mengatributkan hadits ini kepada Nabi: "Tidak halal bagi seorang pria untuk memberikan hadiah dan kemudian mengambilnya kembali, kecuali seorang ayah yang mengambil kembali apa yang diberikan kepada anaknya. Perumpamaan orang yang memberikan hadiah kemudian mengambilnya kembali adalah seperti anjing yang makan sampai kenyang, lalu memuntahkan, dan kembali ke muntahannya."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
