Bab Harta yang Dimiliki oleh Wasi terhadap Harta Yatim jika Ia Mengurusnya
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ حَكِيمٍ، قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّلْتِ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو كُدَيْنَةَ، عَنْ عَطَاءٍ، - وَهُوَ ابْنُ السَّائِبِ - عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ {وَلاَ تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلاَّ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ} وَ{إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَى ظُلْمًا} قَالَ اجْتَنَبَ النَّاسُ مَالَ الْيَتِيمِ وَطَعَامَهُ فَشَقَّ ذَلِكَ عَلَى الْمُسْلِمِينَ فَشَكَوْا ذَلِكَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَنْزَلَ اللَّهُ {وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْيَتَامَى قُلْ إِصْلاَحٌ لَهُمْ خَيْرٌ} إِلَى قَوْلِهِ {لأَعْنَتَكُمْ}.
Telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata: "Ketika ayat-ayat ini diturunkan - 'Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik,' dan 'Sesungguhnya, orang-orang yang memakan harta anak yatim dengan cara yang zalim' - orang-orang menghindari harta dan makanan anak yatim. Hal itu menyulitkan umat Islam dan mereka mengeluh kepada Nabi. Kemudian Allah menurunkan: 'Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim. Katakanlah: Perbaikan untuk mereka adalah yang terbaik, dan jika kamu mencampurkan urusanmu dengan urusan mereka, maka mereka adalah saudaramu. Dan Allah mengetahui siapa yang berniat jahat (misalnya, untuk menelan harta mereka) dari siapa yang berniat baik (misalnya, untuk menyelamatkan harta mereka). Dan jika Allah menghendaki, Dia bisa menjadikan kamu dalam kesulitan.'"
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
