Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan kepada kita tiga perkara penting: pertama, jihad dan perjuangan menegakkan kebenaran tidak akan pernah berhenti hingga hari kiamat, meskipun banyak orang yang berkata sebaliknya. Kedua, kebaikan yang besar senantiasa terikat dengan kuda (yang pada zaman kita berarti kesiapan kekuatan dan sarana perang) hingga hari kiamat. Ketiga, negeri Syam (kawasan Palestina, Suriah, Yordania, dan Lebanon) memiliki keutamaan besar sebagai tempat berkumpulnya kaum mukminin di akhir zaman. Hadits ini juga mengabarkan bahwa akan terjadi perselisihan dan peperangan di kalangan umat Islam setelah wafatnya Nabi ﷺ, namun akan selalu ada kelompok yang tegak di atas kebenaran.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Al-Khail (Kuda), Bab tentang keutamaan kuda, no. 3561. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya dan Imam Ibnu Majah, dari sahabat Salamah bin Nufail Al-Kindi radhiyallahu 'anhu.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ"
Artinya: "Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang menang di atas kebenaran, tidak akan membahayakan mereka orang-orang yang menghinakan mereka, hingga datang perintah Allah (hari kiamat) dan mereka dalam keadaan demikian." (HR. Al-Bukhari no. 3641 dan Muslim no. 1920, dari sahabat Mu'awiyah bin Abi Sufyan)
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa kelompok yang dimaksud dalam hadits ini adalah Ahlus Sunnah wal Jama'ah, dan mereka senantiasa ada hingga hari kiamat. Beliau menukil dari Imam Al-Bukhari bahwa kelompok tersebut adalah Ahlul Ilmi (para ulama).
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran besar yang perlu kita pahami:
1. Larangan Berputus Asa dari Jihad dan Perjuangan
Ketika seorang sahabat mengabarkan bahwa orang-orang mulai meninggalkan kuda dan senjata serta menganggap perang telah usai, Rasulullah ﷺ dengan tegas membantah: "Mereka berbohong, sekarang pertempuran akan datang." Ini menunjukkan bahwa perjuangan melawan kebatilan tidak akan pernah berhenti. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa jihad memiliki dua bentuk: jihad melawan musuh dari luar dan jihad melawan hawa nafsu. Keduanya terus berlangsung hingga kematian.
2. Adanya Kelompok yang Tegak di Atas Kebenaran
Sabda Nabi ﷺ: "Akan selalu ada sekelompok dari umatku yang berjuang di atas kebenaran..." — Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa kelompok ini adalah mereka yang berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman para sahabat, mereka tidak peduli dengan celaan orang-orang yang mencela. Mereka akan selalu mendapat pertolongan Allah hingga hari kiamat.
3. Keutamaan Kuda dan Kesiapan Kekuatan
Sabda Nabi ﷺ: "Kebaikan terikat pada ubun-ubun kuda hingga hari kiamat." Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa kebaikan yang dimaksud adalah keberkahan, kemenangan, dan ghanimah (harta rampasan). Ini menunjukkan perintah untuk mempersiapkan kekuatan dalam menghadapi musuh, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Anfal [8]: 60:
"وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ"
"Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan yang kamu sanggupi."
Pada zaman kita, makna ini mencakup kesiapan militer, teknologi, ekonomi, dan segala sarana yang dapat menegakkan agama Allah.
4. Kabar tentang Fitnah dan Perselisihan
Nabi ﷺ mengabarkan bahwa beliau akan wafat tidak lama lagi, dan umatnya akan saling berbenturan: "Kalian akan mengikuti saya kelompok demi kelompok, saling memenggal leher satu sama lain." Ini adalah kabar tentang fitnah yang terjadi di kalangan umat Islam. Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah menjelaskan bahwa sikap seorang muslim menghadapi fitnah adalah berlindung kepada Allah, berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah, serta menjauhi perpecahan.
5. Keutamaan Negeri Syam
Sabda Nabi ﷺ: "Dan tempat aman bagi orang-orang beriman adalah Syam." Imam Ibn Katsir dalam Tafsir-nya menyebutkan banyak hadits tentang keutamaan Syam, di antaranya doa Nabi ﷺ untuk memberkahi negeri Syam. Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa keutamaan ini tetap berlaku, dan Syam adalah negeri yang diberkahi, tempat berkumpulnya kaum muslimin di akhir zaman, dan tempat turunnya Nabi Isa 'alaihis salam.
Story Telling
Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari sahabat Mu'awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu 'anhu, beliau mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang menegakkan perintah Allah, tidak akan membahayakan mereka orang-orang yang menyelisihi mereka, hingga datang perintah Allah dan mereka tetap dalam keadaan demikian." Kemudian Mu'awiyah berkata: "Merekalah Ahlus Sunnah, dan mereka ada di negeri Syam."
Ini menunjukkan bahwa para sahabat memahami bahwa kelompok yang selamat dan tegak di atas kebenaran itu berada di Syam. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah dalam Silsilah ash-Shahihah menegaskan bahwa hadits-hadits tentang keutamaan Syam adalah shahih dan menunjukkan keutamaan negeri tersebut.
Kesimpulan Praktis
- Jangan pernah berputus asa dari perjuangan menegakkan kebenaran, meskipun banyak orang meninggalkannya. Jihad dan perjuangan akan terus ada hingga hari kiamat.
- Siapkan kekuatan semaksimal mungkin — baik fisik, ilmu, harta, maupun sarana — untuk membela agama Allah, sebagaimana makna "kebaikan terikat pada ubun-ubun kuda."
- Berpegang teguhlah pada Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman para sahabat, karena itulah kelompok yang selalu menang dan tidak akan tersesat.
- Waspadai fitnah perpecahan — jangan menjadi bagian dari orang-orang yang saling memenggal leher, tetapi jadilah penyeru persatuan di atas kebenaran.
- Cintai dan doakan negeri Syam, karena ia adalah negeri yang diberkahi dan tempat berkumpulnya kaum mukminin di akhir zaman.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.