Bab Apa yang Dilakukan Jika Menceraikan Saat Haid
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الأَعْلَى، قَالَ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ، قَالَ سَمِعْتُ عُبَيْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، أَنَّهُ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ تَطْلِيقَةً فَانْطَلَقَ عُمَرُ فَأَخْبَرَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم بِذَلِكَ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم " مُرْ عَبْدَ اللَّهِ فَلْيُرَاجِعْهَا فَإِذَا اغْتَسَلَتْ فَلْيَتْرُكْهَا حَتَّى تَحِيضَ فَإِذَا اغْتَسَلَتْ مِنْ حَيْضَتِهَا الأُخْرَى فَلاَ يَمَسَّهَا حَتَّى يُطَلِّقَهَا فَإِنْ شَاءَ أَنْ يُمْسِكَهَا فَلْيُمْسِكْهَا فَإِنَّهَا الْعِدَّةُ الَّتِي أَمَرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ تُطَلَّقَ لَهَا النِّسَاءُ " .
Diriwayatkan dari 'Abdullah bahwa ia menceraikan istrinya ketika ia sedang haid. Maka 'Umar pergi untuk memberitahukan Nabi (ﷺ) tentang hal itu. Nabi (ﷺ) berkata kepadanya: "Perintahkan 'Abdullah untuk merujuknya, kemudian, ketika ia telah melakukan Ghusl, biarkan ia sendiri, sampai ia haid (lagi). Kemudian, ketika ia melakukan Ghusl setelah haid yang kedua, ia tidak boleh menyentuhnya sampai ia menceraikannya. Dan jika ia ingin mempertahankannya, maka biarkan ia mempertahankannya. Itu adalah waktu yang telah ditentukan Allah bahwa perempuan boleh diceraikan."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
