Bab Menikahi Wanita Arab
Shahih oleh Darussalam
akhbarana katsiru ibnu ubaydin, qala haddatsana muhammadu ibnu harbin, ani azzubaydiyyi, ani azzuhriyyi, an ubaydi allahi ibni abdi allahi ibni utbaha, anna abda allahi ibna amriw ibni utsmana, thallaqa wahuwa ghulamun syabbun fi imarahi marwana abnaha saidi ibni zaydin waummuha ibintu qaysin albattaha faarsalat iliyha khalatuha fathimahu ibintu qaysin tamuruha bialintiqali min bayti abdi allahi ibni amrinw wasamia bidzalika marwanu faarsala ila abnahi saidin faamaraha an tarjia ila maskaniha wasaalaha ma hamalaha ala alintiqali min qabli an tatadda fi maskaniha hatta tanqadhiya iddatuha faarsalat ilayhi tukhbiruhu anna khalataha amaratha bidzalika fazaamat fathimahu ibintu qaysin annaha kanat tahta abi amriw ibni hafshin falamma ammara rasulu allahi aliyya ibna abi thalibin ala alyamani kharaja maahu waarsala ilayha bitathliqahin hiya baqiyyahu thalaqiha waamara laha alharitsa ibna hisyamin waayyasya ibna abi rabiaha ibinafaqatiha faarsalat - zaamat - ila alharitsi waayyasyin tasaluhuma adzi amara laha bihi zawjuha faqala waallahi ma laha indana nafaqahun ila an takuna hamilan wama laha an takuna fi maskanina ila biidznina fazaamat annaha atat rasula allahi fadzakarat dzalika lahu fashaddaqahuma. qalat fathimahu faayna antaqilu ya rasula allahi qala " antaqili inda abni ummi maktumin alama adzi sammahu allahu azza wajalla fi kitabihi ". qalat fathimahu fatadadtu indahu wakana rajulan qad dzahaba basharuhu fakuntu adhau tsiyabi indahu hatta ankahaha rasulu allahi usamaha ibna zaydin faankara dzalika alayha marwanu waqala lam asma hadza alhaditsa min ahadin qablaki wasaakhudzu bialqadhiyyahi ati wajadna annasa alayha. mukhtasharun.
Diriwayatkan dari 'Ubaidullah bin 'Abdullah bin 'Utbah: "Diriwayatkan bahwa pada masa pemerintahan Marwan, 'Abdullah bin 'Amr bin 'Uthman, yang merupakan seorang pemuda, menceraikan putri Sa'eed bin Zaid, yang ibunya adalah Bint Qais. Bibinya, Fatimah bint Qais, mengirimkan kabar kepadanya untuk pindah dari rumah 'Abdullah bin 'Amr. Marwan mendengar hal itu dan mengirimkan kabar kepada putri Sa'eed, memintanya untuk kembali ke rumahnya, dan menanyakan mengapa ia pindah sebelum masa 'Iddahnya selesai. Ia mengirimkan kabar kepadanya bahwa bibinya yang menyuruhnya melakukan itu. Fatimah bint Qais berkata bahwa ia telah menikah dengan Abu 'Amr bin Hafs, dan ketika Rasulullah ﷺ mengangkat Ali bin Abi Talib sebagai gubernur Yaman, ia pergi bersamanya dan mengirimkan kabar kepadanya bahwa ia telah diceraikan dengan talak yang ketiga. Ia memerintahkan Al-Harith bin Hisham dan 'Ayyash bin Abi Rai'ah untuk memberi nafkah kepadanya. Ia mengirimkan kabar kepada Al-Harith dan 'Ayyash menanyakan apa yang suaminya perintahkan untuk memberi nafkah kepadanya, dan mereka berkata: 'Demi Allah, ia tidak berhak atas nafkah dari kami, kecuali jika ia hamil, dan ia tidak dapat tinggal di rumah kami tanpa izin kami.' Ia berkata bahwa ia datang kepada Rasulullah ﷺ dan memberitahukan hal itu, dan beliau menyatakan bahwa mereka benar. Fatimah berkata: 'Kemana saya harus pindah, wahai Rasulullah?' Beliau berkata: 'Pindahlah ke rumah Ibn Umm Maktum, orang buta yang disebut Allah, Yang Maha Tinggi dan Mulia, dalam Kitab-Nya.' Fatimah berkata: 'Maka saya menjalani masa 'Iddah di sana. Dia adalah seorang lelaki yang telah kehilangan penglihatannya, sehingga saya biasa melepas pakaian saya di rumahnya, hingga Rasulullah ﷺ menikahkan saya dengan Usamah bin Zaid.' Marwan mengkritiknya karena itu dan berkata: 'Saya belum pernah mendengar hadits ini dari siapa pun sebelum kamu. Saya akan terus mengikuti hukum yang telah dipegang oleh orang-orang.'"