Bab Menikahi Perawan
Shahih oleh Darussalam
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنْ عَمْرٍو، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ تَزَوَّجْتُ فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ ﷺ فَقَالَ " أَتَزَوَّجْتَ يَا جَابِرُ " . قُلْتُ نَعَمْ . قَالَ " بِكْرًا أَمْ ثَيِّبًا " . فَقُلْتُ ثَيِّبًا . قَالَ " فَهَلاَّ بِكْرًا تُلاَعِبُهَا وَتُلاَعِبُكَ " .
Diriwayatkan bahwa Jabir berkata: "Saya menikah kemudian saya datang kepada Nabi ﷺ dan beliau berkata: 'Apakah kamu sudah menikah, wahai Jabir?' Saya menjawab: 'Ya.' Beliau bertanya: 'Dengan perawan atau janda?' Saya menjawab: 'Dengan janda.' Beliau berkata: 'Mengapa tidak dengan perawan, agar kamu bisa bermain dengannya dan dia bisa bermain denganmu?'"