Penjelasan Hadits Nasa'i No. 3152 tentang Keinginan kuat mati syahid di jalan Allah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan besarnya kecintaan Nabi ﷺ terhadap jihad di jalan Allah dan kerinduannya untuk mati syahid berkali-kali. Nabi ﷺ juga menyebutkan bahwa beliau tidak tinggal dari peperangan kecuali karena tidak adanya kendaraan bagi sebagian sahabat yang ingin ikut. Hadits ini mengajarkan keutamaan jihad, keikhlasan, dan kecintaan kepada syahid di jalan Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Jihad, Bab Keinginan untuk Mati di Jalan Allah, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْلَا أَنَّ رِجَالًا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ لَا تَطِيبُ أَنْفُسُهُمْ بِأَنْ يَتَخَلَّفُوا عَنِّي وَلَا أَجِدُ مَا أَحْمِلُهُمْ عَلَيْهِ مَا تَخَلَّفْتُ عَنْ سَرِيَّةٍ تَغْزُو فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوَدِدْتُ أَنِّي أُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ أُحْيَا ثُمَّ أُقْتَلُ ثُمَّ أُحْيَا ثُمَّ أُقْتَلُ

Terjemahan: "Demi Dzat yang menguasai jiwaku, seandainya tidak ada beberapa orang dari kalangan orang-orang beriman yang tidak suka tertinggal ketika saya pergi (berperang), dan saya tidak bisa menemukan kendaraan untuk mereka, saya tidak akan tertinggal dari satu pun ekspedisi yang berperang di jalan Allah. Demi Dzat yang menguasai jiwaku, saya berharap agar saya bisa dibunuh di jalan Allah, kemudian dihidupkan kembali, kemudian dibunuh lagi, kemudian dihidupkan kembali, kemudian dibunuh lagi."

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

QS. Ali 'Imran [3]: 169

Terjemahan: "Dan janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki."

Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan kemuliaan orang yang mati syahid, bahwa ruh mereka hidup dan diberi rezeki di sisi Allah. Ini memperkuat makna hadits tentang kerinduan Nabi ﷺ terhadap syahid.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting:

Pertama, Nabi ﷺ bersumpah dengan nama Allah ("Demi Dzat yang menguasai jiwaku") untuk menegaskan kesungguhan beliau dalam berjihad. Ini menunjukkan bahwa jihad di jalan Allah adalah perkara yang sangat agung.

Kedua, Nabi ﷺ menyebutkan alasan mengapa beliau tidak selalu ikut berperang: karena ada sebagian sahabat yang tidak suka tertinggal, namun beliau tidak memiliki kendaraan untuk membawa mereka. Ini menunjukkan kasih sayang Nabi ﷺ kepada para sahabat dan keinginan beliau untuk selalu berjihad.

Ketiga, Nabi ﷺ menyatakan keinginannya untuk mati syahid berkali-kali. Ini bukanlah keinginan untuk mati semata, tetapi keinginan untuk mendapatkan kemuliaan syahid yang berulang-ulang. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa ini adalah bentuk kecintaan yang sangat besar terhadap pahala jihad dan syahid.

Keempat, hadits ini juga menunjukkan bahwa syahid adalah derajat yang sangat tinggi. Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya menjelaskan bahwa ruh orang yang mati syahid hidup di sisi Allah dan mendapatkan nikmat yang tidak diberikan kepada orang lain.

Kelima, hadits ini mengajarkan tentang keikhlasan. Nabi ﷺ tidak menginginkan syahid untuk mendapatkan pujian atau harta, tetapi semata-mata karena kecintaan kepada Allah dan keinginan untuk menegakkan agama-Nya.

Dalam memahami hadits ini, para ulama seperti Imam An-Nawawi, Ibn Hajar al-Asqalani, dan Ibn Rajab al-Hanbali menekankan bahwa keinginan untuk syahid harus disertai dengan niat yang ikhlas dan kesiapan untuk berjihad sesuai dengan syariat. Mereka juga mengingatkan bahwa jihad tidak hanya berarti perang fisik, tetapi juga jihad melawan hawa nafsu dan berbuat baik kepada sesama.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu ketika Nabi ﷺ sedang duduk bersama para sahabat, lalu beliau menyampaikan hadits ini. Para sahabat yang mendengarnya sangat terharu dan menangis karena kecintaan mereka kepada Nabi ﷺ dan keinginan mereka untuk ikut berjihad. Di antara mereka ada yang tidak memiliki kendaraan, sehingga mereka tidak bisa ikut berperang. Mereka menangis karena sedih tidak bisa ikut serta dalam peperangan yang dipimpin langsung oleh Nabi ﷺ.

Dalam kisah lain, seorang sahabat bernama Abdullah bin Rawahah radhiyallahu 'anhu pernah berkata sebelum perang Mu'tah: "Wahai diriku, jika engkau tidak mati syahid, engkau akan tetap mati. Ini adalah kematian yang telah ditakdirkan, dan engkau akan mendapatkan apa yang engkau inginkan." Kemudian beliau maju dan gugur sebagai syahid. Kisah ini menunjukkan semangat para sahabat dalam meneladani Nabi ﷺ.

Kesimpulan Praktis

  1. Cintailah jihad di jalan Allah dengan niat yang ikhlas, baik dalam bentuk perang fisik (sesuai syariat) maupun jihad melawan hawa nafsu.
  2. Rindukanlah syahid sebagai derajat tertinggi, namun tetap berusaha untuk hidup dengan baik dan bermanfaat bagi umat.
  3. Bersabarlah jika tidak bisa ikut berjihad karena keterbatasan, dan tetap berdoa serta mendukung perjuangan umat Islam.
  4. Teladani keikhlasan Nabi ﷺ dalam beribadah dan berjihad, tidak mengharapkan pujian manusia.
  5. Pelajari dan amalkan hadits ini dengan pemahaman yang benar sesuai penjelasan para ulama Ahlus Sunnah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?