Bab tentang Pahala Siapa yang Melempar dengan Anak Panah di Jalan Allah
Shahih oleh Darussalam
akhbarana amru ibnu utsmana ibni saidi ibni katsirin, qala haddatsana baqiyyahu, an shafwana, qala haddatsani sulaymu ibnu amirin, an syurahbila ibni assimthi, annahu qala liamriw ibni abasaha ya amru hadditsna haditsan, samitahu min, rasuli allahi. qala samitu rasula allahi yaqulu " man syaba syaybahan fi sabili allahi taala kanat lahu nuran yawma alqiyamahi waman rama bisahmin fi sabili allahi taala balagha aladuwwa awalam yablugh kana lahu kaitqi raqabahin waman ataqa raqabahan muminahan kanat lahu fidaahu mina annari udhwan biudhwin ".
Dari Shurahbil bin As-Simt, ia berkata kepada 'Amr bin 'Abasah: "Wahai 'Amr! Ceritakan kepada kami sebuah hadits yang kau dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Ia berkata: "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Siapa yang mengembangkan satu uban di jalan Allah, maka itu akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat. Dan siapa yang melempar anak panah di jalan Allah, baik mengenai musuh atau tidak, maka itu seperti ia telah memerdekakan seorang budak. Dan siapa yang memerdekakan seorang budak mukmin, maka itu akan menjadi tebusan baginya dari api, anggota demi anggota.'"