Penjelasan Hadits Nasa'i No. 3125 tentang Pahala pasukan perang dibagi dunia akhirat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita tentang keutamaan besar berjihad di jalan Allah. Jika suatu pasukan berhasil memperoleh ghanimah (harta rampasan perang), maka mereka telah "mencairkan" dua pertiga pahala akhiratnya di dunia. Namun, jika mereka tidak mendapat ghanimah, maka pahala mereka di akhirat akan sempurna dan utuh. Ini adalah kabar gembira bagi para pejuang, sekaligus pelajaran bahwa kenikmatan dunia (harta rampasan) bisa mengurangi porsi pahala akhirat, meskipun tetap mulia di sisi Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Jihad, Bab Pahala Pasukan yang Berhasil, nomor 3125. Juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan lainnya dari sahabat Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhuma.

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

Allah Ta'ala berfirman:

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا

"Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (dunia), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki. Kemudian Kami sediakan baginya (di akhirat) neraka Jahanam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir." (QS. Al-Isra' [17]: 18)

Ayat ini menunjukkan bahwa balasan dunia (termasuk harta rampasan) bisa menjadi pengganti dari sebagian pahala akhirat bagi orang yang benar-benar menginginkan dunia. Namun bagi yang ikhlas, Allah akan menyempurnakan pahala mereka.

Hadits terkait lainnya:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Setiap umatku masuk surga kecuali yang enggan." Para sahabat bertanya, "Siapa yang enggan, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Siapa yang menaatiku masuk surga, dan siapa yang mendurhakaiku berarti ia enggan." (HR. Al-Bukhari no. 7280)

Kaitan dengan ulama:

Imam Ibn Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya Jami' Al-'Ulum wa Al-Hikam menjelaskan bahwa pahala akhirat bisa berkurang karena balasan dunia yang disegerakan. Ini sejalan dengan hadits di atas bahwa ghanimah adalah balasan dunia yang mengurangi porsi pahala akhirat.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung kabar gembira sekaligus peringatan halus.

1. Makna "Dua Pertiga Pahala Disegerakan di Dunia"

Imam Al-Mubarakfuri (dalam Tuhfatul Ahwadzi) menjelaskan bahwa maksudnya adalah: ketika pasukan mendapatkan ghanimah, maka pahala mereka di akhirat berkurang dua pertiga, karena Allah telah memberikan balasan dunia berupa harta rampasan. Ini bukan berarti pahala mereka hilang, tetapi porsi akhiratnya menjadi sepertiga.

Syaikhul Islam Ibn Taymiyyah dalam Majmu' Al-Fatawa menjelaskan bahwa balasan dunia (seperti harta rampasan) adalah bentuk penyegeraan pahala, dan ini adalah karunia Allah. Namun, orang yang ikhlas tidak menjadikan ghanimah sebagai tujuan utama, melainkan hanya sebagai bonus dari Allah.

2. Makna "Jika Tidak Mendapat Ghanimah, Pahala Sempurna"

Ini menunjukkan bahwa pasukan yang tidak mendapat harta rampasan justru mendapatkan pahala akhirat yang lebih sempurna. Imam As-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa ini adalah keadilan Allah: siapa yang tidak mengambil bagian dunia, maka bagian akhiratnya disempurnakan.

3. Pelajaran Penting

  • Jihad adalah amal yang sangat agung, baik mendapat ghanimah maupun tidak.
  • Ghanimah adalah karunia Allah, bukan aib. Namun, ia adalah balasan dunia yang mengurangi porsi akhirat.
  • Keikhlasan adalah kunci: jika seorang mujahid berjuang karena Allah semata, maka ghanimah tidak mengurangi pahalanya secara hakiki, karena ia tidak mengharapkannya.

Imam Ibn Qayyim Al-Jawziyyah dalam Madarij As-Salikin menjelaskan bahwa hati seorang hamba itu seperti bejana: jika diisi dengan kecintaan dunia, maka berkuranglah ruang untuk kecintaan akhirat. Maka, seorang mukmin hendaknya menjadikan akhirat sebagai tujuan utama, dan dunia hanya sebagai sarana.

Story Telling

Dikisahkan dari sahabat Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhuma — yang meriwayatkan hadits ini — bahwa beliau adalah seorang yang sangat zuhud terhadap dunia. Suatu hari, beliau berkata kepada anaknya, "Wahai anakku, sesungguhnya aku tidak takut kemiskinan menimpamu, tetapi aku takut engkau dikuasai oleh dunia sebagaimana umat sebelum kita dikuasai dunia, lalu mereka saling membunuh dan saling membenci karenanya, sebagaimana mereka saling membenci."

Ini menunjukkan bahwa sahabat memahami betul bahwa dunia (termasuk harta rampasan) bisa menjadi ujian. Maka, mereka menjaga hati agar tidak terikat pada dunia, meskipun Allah memberikan karunia berupa ghanimah.

Kesimpulan Praktis

  1. Niatkan setiap amal karena Allah semata, termasuk jika kita berkesempatan berjihad atau beramal di jalan-Nya.
  2. Jangan menjadikan harta atau keuntungan dunia sebagai tujuan utama dalam beramal, karena itu bisa mengurangi porsi pahala akhirat.
  3. Bersyukurlah jika Allah memberi karunia dunia, tetapi jangan sampai melupakan akhirat.
  4. Yakinlah bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan amal hamba-Nya, baik yang mendapat balasan dunia maupun tidak.
  5. Jadikan akhirat sebagai prioritas utama, karena itulah kehidupan yang kekal.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?