Bab Keutamaan Para Mujahidin atas yang Duduk
أَخْبَرَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ، قَالَ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنِ الْبَرَاءِ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ ذَكَرَ كَلِمَةً مَعْنَاهَا قَالَ " ائْتُونِي بِالْكَتِفِ وَاللَّوْحِ " . فَكَتَبَ { لاَ يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ } وَعَمْرُو بْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ خَلْفَهُ فَقَالَ هَلْ لِي رُخْصَةٌ فَنَزَلَتْ { غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ } .
Diriwayatkan dari Al-Bara' bahwa Nabi (ﷺ) bersabda: "Bawakan aku tulang belikat unta, atau sebuah papan, dan tulislah: Tidaklah sama orang-orang yang beriman yang duduk (di rumah)." 'Amr bin Umm Maktum berada di belakangnya dan ia berkata: "Apakah ada keringanan untukku?" Maka diturunkanlah: "Kecuali bagi mereka yang memiliki udzur (karena cedera atau buta atau pincang)."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
